Part 1: Metamorfosis Sebuah Nama
Perkenalan diri. Ini tema pekan
kedua di ODOP. Sesuatu yang selalu membuatku tak tenang jika diminta
melakukannya. Aku tak sepandai kebanyakan orang memperkenalkan dirinya. Tak tahu
apa yang harus kuperkenalkan, ini alasan sebenarnya. Kalau sekedar
memperkenalkan nama, mudah saja. Namaku Muallimah. Nama panggilan, aku mulai
bingung dengan pertanyaan ini, entah harus bilang apa. Tapi setidaknya, menulis
sedikit lebih mudah dibanding harus menjelaskan secara lisan. Menulis adalah
cara terbaik mengungkapkan segalanya, tak akan ada yang bisa membatasi dan
protes. Selama tidak menyangkut kehidupan orang lain, ‘mereka’ tidak akan
terusik.
Muallimah yang berarti ‘Guru’,
nama yang disematkan kedua orangtuaku. Bukan sekedar nama, tapi sebuah do’a dan
harapan dari mereka yang menyayangiku. Nama yang akhirnya mengembalikanku pada
cita-cita masa kecil, menjadi seorang guru. Cita-cita yang telah terkubur
lama dan berganti dengan seabrek cita-cita baru. Tapi nama itu, mungkin menjadi
do’a yang ijabah karena telah diucapkan oleh orang-orang yang do’anya
terijabah. Sejalan dengan orangtua yang memberikan nama itu dengan ketulusan
dan harapan. Adakah yang bisa mengalahkan kekuatan ini? Baca selengkapnya di arti sebuah nama.
Kembali perihal nama panggilan. Nama
indah ini akhirnya bermetamofosis menjadi serangkaian nama dengan sejarahnya
masing-masing. Mulai dari Muallimah, ima, mu’el, Mu’ sampai beberapa nama yang
tak nyambung pun juga ada. Katanya panggilan sayang. Semoga. Dan aku lebih suka
dipanggil Muallimah, meski jarang yang memanggilku demikian. yang setia dengan
panggilan itu hanya beberapa, termasuk yang memberikan nama, orangtuaku. Juga orang-orang
yang baru mengenalku. Awalnya mereka akan memanggilku dengan nama lengkap, karena
saat berkenalan aku tak pernah menyebut nama panggilan kecuali saat diminta. Seiring
berjalannya waktu mereka akan mulai mengeluh dan bertanya, “Muallimah terlalu
panjang, panggilannya apa sih?” Aku sudah tahu, akhirnya akan begini. Siklus yang
tak berubah. Maka mulailah mereka memilih nama yang mereka lebih nyaman, dan
memanggilku dengan nama itu.
Mamaku pernah komentar soal nama
anak-anaknya yang terasa asing di kupingnya. “Kenapa nama kalian jadi seperti
itu? Padahal mama sudah pilihkan nama yang bagus-bagus untuk kalian,” dan aku
lemparkan kesalahan pada mereka yang ‘entah’, mereka yang telah memodifikasi
nama kami sampai seaneh itu bagi mama.
Jadi begini, aku dan kedua adikku
yang masng-masing berjarak dua level sekolah di tempat yang sama. Sebuah sekolah
berasrama. Aku kelas sebelas, Humairah kelas sembilan, dan si bungsu Muzakkirah kelas tujuh.
Jadilah tiga nama indah ini berkeliaran di sekolah yang sama, Muallimah,
Humairah, dan Muzakkirah. Sekali lagi, nama yang menjadi do’a dan harapan dari orangtua kami. Sayangnya, dengan sejarahnya masing-masing, nama ini bermetamorfosis.
Muallimah jadi Mu’el, Humairah jadi Humer, dan Muzakkirah jadi Muzek. Dan satu
sekolah akrab memanggil kami dengan nama-nama baru ini. Saudara dan keluarga
lainnya pun ada yang mulai memanggil kami dengan nama-nama ini.
Bagaimanapun orang-orang
menyingkat atau memplesetkan nama kami. Mamaku, sosok yang tetap selalu setia
memanggil kami dengan nama pemberiannya. Dia tak terpengaruh siapa pun.
Baginya, nama kami adalah apa yang telah mereka sematkan sejak kami harus diberi
nama. Sekali lagi, nama itu adalah do’a dan harapan dari mereka yang amat menyayangimu.
jika berkenan, panggil aku
Muallimah. Maka aku akan sangat berterima kasih karena telah mendo’akanku. Lalu bagaimana dengan Aqilah El-Hafizhah? Nama yang kerap kali muncul diakhir setiap tulisanku. Semoga ada waktu untuk membahasnya secara tersendiri.
Akhirnya hanya bisa nulis soal nama, maafkanlah.
Akhirnya hanya bisa nulis soal nama, maafkanlah.
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan ke-2: Hari pertama
10 komentar:
Namanya sangat indah, dan maknanya juga dalem banget..
Kok jadi muzek yah. Muzem online. Hehe bercanda
Metamorfosis nama hahaha
call me airaa :v
Mualimah, nama yang indah
Mualimah, nama yang indah
Salam kenal mbak Mualimah..^_^
Wah, nama ketiganya bagus-bagus.^^
Salam kenal ya Mbak Muallimah.^^
Keren, kaka... top dah
Salut utk orangtua mbka Muallimah mereka telah memberikan nama yg indah pada anak2nya.
Muallimah... nama yang bagus.
Posting Komentar