Senin, 21 Maret 2016

Sang Pencuri Waktu


Pencuri adalah kata yang sangat akrab kita dengar. Ada banyak sekali jenis pencuri. Mulai pencuri sandal yang biasa beraksi di masjid. Ini kelewatan. Ada pencuri permata, seperti sang pencuri di bawah sinar rembulan, ‘Kaito Kid’. Juga sang pencuri hati. Istilah yang lebih sering digunakan orang yang lagi baper. Dan entah berapa banyak lagi jenis pencuri lainnya yang tak penting untuk di sebut.

Sang pencuri waktu. Siapakah dia? Pencuri waktu tak mesti merupakan ‘seseorang’ seperti halnya pencuri pada umumnya. Pencuri waktu lebih banyak merupakan ‘sesuatu’. Sadar atau tidak, sang pencuri waktu mengintai setiap saat. Dan begitu banyak yang tertipu olehnya, hingga harus kehilangan waktu.

Seringkali kita membuat perencanaan. Mulai menyususun jadwal harian, mingguan, bulanan, atau target-target yang ingin dicapai. Kadang semua berjalan sesuai perencanaan, tapi tak jarang pula perencanaan itu hanya bejalan sebentar, bahkan mungkin saja perencanaan itu hanya sekedar rancangan yang tak pernah terealisasi. Dampaknya, beberapa target yang direncanakan gagal diraih, minimal tertunda.

Jika terjadi demikian, cobalah analisa penyebabnya. Mengapa planning kita gagal terealisasi? Atau mengapa harus berhenti di tengah jalan? Mengapa targetku lambat tercapai? Boleh jadi, salah satu penyebab utamanya karena kita terjebak oleh Sang Pencuri Waktu. Dia yang dengan sukses mampu mengalihkan waktu yang harusnya digunakan untuk mengejar target, justru dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pencuri waktu itu banyak sekali bentuknya. Cukup mendefinisikannya dengan hal-hal yang tak bermanfaat atau sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian kita pada prioritas. Mereka itulah pencuri waktu.

Pencuri waktu sangat pandai memperdaya kita, sebab ia selalu hadir dalam wujud yang kita sukai. Ia terus memanggil dan menggoda hingga tanpa sadar tiga sampai empat jam telah habis bersamanya. Prioritas telah kalah. Target dan planning amburadul. Begitulah ia sukses mencuri waktu berharga kita.

Contoh sederhana, boleh jadi ia hadir dengan topeng COC. Aku melihat teman-teman yang begitu antusias dengan game ini. Menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk sekedar mengumpulkan emas, obat mujarab, atau apalah. Itu yang biasa kudengar dari mereka, aku tak begitu paham. Waktu menunggu dosen dihabiskan untuk bermain COC. Yang masalah, jika tugas kuliah harus jadi korban dari kegilaan ini. Dan yang lebih penting, jangan sampai tak ada waktu lagi untuk mengkaji kalam-Nya. COC hanya satu dari sekian banyak jenis pencuri waktu. Sesuai dengan minat setiap orang.

Ada waktu yang sangat bahaya jika ‘Sang Pencuri Waktu’ berhasil mengambilnya. Ialah waktu bersama sang pencipta. Segala hal yang kita lakukan, meski itu hal positif sekalipun, seperti belajar, mencari nafkah, membaca, dsb. Mereka bisa menjadi pencuri waktu jika yang diambil adalah ‘waktu bersama-Nya. Lupa mengaji karena kesibukan kuliah. Mengabaikan shalat karena serius sama pekerjaan. Jangan sampai ini terjadi. Apalagi jika yang menghalangi kita menemui Rabb hanyalah hal yang tak bermanfaat.
“Waktu itu bagaikan pedang”
(Pepatah arab)

Waktu diumpamakan sebuah pedang. Bagaimana filosofi pedang? Jika dipegang oleh ahlinya, maka ia bisa menjadi penyelamat. Namun, jika ia berada di tangan orang yang tak pandai menggunakannya, maka ia bisa melukai sang pemilik pedang. Hal yang sama berlaku untuk ‘waktu’.

Pandailah mengelola waktu agar tidak membinasakan. Tentukan segala prioritas, lalu fokus dengannya. Temukan segala yang mungkin menjadi ‘Pencuri Waktu’ dalam hidup kita. jangan biarkan ia menghancurkan perencanaan dan target-target yang telah tersusun rapi. Jangan tertipu oleh topeng ‘teman’ yang sering ia gunakan.

Hiburan boleh saja, asal jangan mengacaukan prioritas. Sebab waktu adalah hal yang teramat penting. Buktinya Allah bersumpah atas nama WAKTU.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal soleh, dan nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran”
(QS.Al-Ashr)
*Nasihat untuk diri sendiri

Aqilah El-Hafizhah
                                                                                                                          #OneDayOnePost
Pekan ke-4: Hari Pertama



4 komentar:

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Betul mb.seperti disadarkan INI dengan pencuri waktu

Lisa Lestari mengatakan...

terima kasih diingatkan dengan pencuri waktu..hehehe

Lisa Lestari mengatakan...

terima kasih diingatkan dengan pencuri waktu..hehehe

Ainayya Ayska mengatakan...

Keren, kak... like ini... :)