Pencuri adalah kata yang sangat
akrab kita dengar. Ada banyak sekali jenis pencuri. Mulai pencuri sandal yang
biasa beraksi di masjid. Ini kelewatan. Ada pencuri permata, seperti sang
pencuri di bawah sinar rembulan, ‘Kaito Kid’. Juga sang pencuri hati. Istilah yang
lebih sering digunakan orang yang lagi baper. Dan entah berapa banyak lagi
jenis pencuri lainnya yang tak penting untuk di sebut.
Sang pencuri waktu. Siapakah dia?
Pencuri waktu tak mesti merupakan ‘seseorang’ seperti halnya pencuri pada
umumnya. Pencuri waktu lebih banyak merupakan ‘sesuatu’. Sadar atau tidak, sang
pencuri waktu mengintai setiap saat. Dan begitu banyak yang tertipu olehnya,
hingga harus kehilangan waktu.
Seringkali kita membuat perencanaan.
Mulai menyususun jadwal harian, mingguan, bulanan, atau target-target yang
ingin dicapai. Kadang semua berjalan sesuai perencanaan, tapi tak jarang pula
perencanaan itu hanya bejalan sebentar, bahkan mungkin saja perencanaan itu
hanya sekedar rancangan yang tak pernah terealisasi. Dampaknya, beberapa target
yang direncanakan gagal diraih, minimal tertunda.
Jika terjadi demikian, cobalah
analisa penyebabnya. Mengapa planning kita gagal terealisasi? Atau mengapa
harus berhenti di tengah jalan? Mengapa targetku lambat tercapai? Boleh jadi,
salah satu penyebab utamanya karena kita terjebak oleh Sang Pencuri Waktu. Dia yang
dengan sukses mampu mengalihkan waktu yang harusnya digunakan untuk mengejar
target, justru dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Pencuri waktu itu banyak sekali
bentuknya. Cukup mendefinisikannya dengan hal-hal yang tak bermanfaat atau sesuatu
yang dapat mengalihkan perhatian kita pada prioritas. Mereka itulah pencuri
waktu.
Pencuri waktu sangat pandai
memperdaya kita, sebab ia selalu hadir dalam wujud yang kita sukai. Ia terus memanggil
dan menggoda hingga tanpa sadar tiga sampai empat jam telah habis bersamanya. Prioritas
telah kalah. Target dan planning amburadul. Begitulah ia sukses mencuri waktu
berharga kita.
Contoh sederhana, boleh jadi ia
hadir dengan topeng COC. Aku melihat teman-teman yang begitu antusias dengan
game ini. Menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk sekedar mengumpulkan emas,
obat mujarab, atau apalah. Itu yang biasa kudengar dari mereka, aku tak begitu
paham. Waktu menunggu dosen dihabiskan untuk bermain COC. Yang masalah, jika
tugas kuliah harus jadi korban dari kegilaan ini. Dan yang lebih penting,
jangan sampai tak ada waktu lagi untuk mengkaji kalam-Nya. COC hanya satu dari
sekian banyak jenis pencuri waktu. Sesuai dengan minat setiap orang.
Ada waktu yang sangat bahaya jika
‘Sang Pencuri Waktu’ berhasil mengambilnya. Ialah waktu bersama sang pencipta. Segala
hal yang kita lakukan, meski itu hal positif sekalipun, seperti belajar,
mencari nafkah, membaca, dsb. Mereka bisa menjadi pencuri waktu jika yang
diambil adalah ‘waktu bersama-Nya. Lupa mengaji karena kesibukan kuliah. Mengabaikan
shalat karena serius sama pekerjaan. Jangan sampai ini terjadi. Apalagi jika
yang menghalangi kita menemui Rabb hanyalah hal yang tak bermanfaat.
“Waktu itu bagaikan
pedang”
(Pepatah arab)
Waktu diumpamakan sebuah pedang. Bagaimana
filosofi pedang? Jika dipegang oleh ahlinya, maka ia bisa menjadi penyelamat. Namun,
jika ia berada di tangan orang yang tak pandai menggunakannya, maka ia bisa
melukai sang pemilik pedang. Hal yang sama berlaku untuk ‘waktu’.
Pandailah mengelola waktu agar
tidak membinasakan. Tentukan segala prioritas, lalu fokus dengannya. Temukan segala
yang mungkin menjadi ‘Pencuri Waktu’ dalam hidup kita. jangan biarkan ia
menghancurkan perencanaan dan target-target yang telah tersusun rapi. Jangan tertipu
oleh topeng ‘teman’ yang sering ia gunakan.
Hiburan boleh saja, asal jangan
mengacaukan prioritas. Sebab waktu adalah hal yang teramat penting. Buktinya Allah
bersumpah atas nama WAKTU.
“Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang
beriman, beramal soleh, dan nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran”
(QS.Al-Ashr)
*Nasihat untuk diri sendiri
Aqilah
El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan
ke-4: Hari Pertama

4 komentar:
Betul mb.seperti disadarkan INI dengan pencuri waktu
terima kasih diingatkan dengan pencuri waktu..hehehe
terima kasih diingatkan dengan pencuri waktu..hehehe
Keren, kak... like ini... :)
Posting Komentar