Ide. Hal pertama yang harus dimiliki seorang penulis untuk memulai tulisannya adalah 'menemukan ide". Seringkali kita terbentur pada persoalan ini, berhenti menulis karena kehabisan ide. Hal ini juga sering kualami, utamanya saat ini :). Saat aku harus menyetor tulisan sebagai kewajibanku selaku peserta ODOP.
Aku teringat salah 1 tulisan mbak Maya yang sempat kubaca, sebuah solusi saat kita merasa tak punya ide. Solusi ini juga sering disarankan oleh teman-teman di organisasi, bahwa tak punya ide pun merupakan sebuah ide. Maksudnya apa? Saat kita merasa tak punya ide dan kita diharuskan menulis, maka tulis saja kondisi saat itu. Berceritalah bahwa saat ini kita tak punya sesuatu untuk dituliskan, maka tentunya, tulisan itu akan mengalir dengan sendirinya. Akhirnya, itu akan menghasilkan sebuah tulisan.
Ini tentu sebuah solusi, tapi.. coba pikirkan. Akankah kita terus seperti ini saat mentok tak punya ide? Jika demikian, maka setiap kali kita tak punya ide, maka kita akan menghasilkan tulisan yang temanya sama, tak punya ide. Semakin sering tak punya ide, maka akan semakin banyak tulisan bertema sama, bukan begitu? Ini masalah menurutku. Jika sekali dua kali mungkin boleh saja, tapi jangan keseringan.
Maka dibutuhkan solusi baru untuk permasalahan ini. Dari beberapa kelas menulis yang pernah kuikuti, pemateri seringkali bilang kepada peserta, 'kenapa pusing dengan ide? Ide itu ada di mana-mana. Cobalah lihat sekeliling kita, maka itu adalah hamparan ide sebenarnya. Tuliskan saja apa yang kita lihat dan hubungkan dengan apa yang kita rasakan'.
Betul sekali, segala yang ada di sekitar kita adalah kumpulan ide. Apa yang kita lihat, dengar, baca, rasakan, dan alami, semua ini akan menghasilkan ide yang tak terbatas. Tapi, butuh berlatih untuk terbiasa membuka pikiran kita dari semua ide yang sudah terbentang di hadapan kita. Tanpa latihan, semua akan sama saja.
Sering-seringlah melatih pikiran kita untuk segera menemukan ide saat melihat sesuatu. Dari apa yang kita lihat, bertanyalah "tulisan apa yang bisa kubuat?"misal, kita melihat seorang bocah sedang menangis, bertanyalah pada diri sendiri "tulisan apa yang bisa kuhasilkan dari bocah yang menangis didepanku?
Mulailah menulis, tuliskan apa yang kita lihat, lalu hubungkan dengan apa saja sampai bisa menjadi sebuah tulisan. Hubungkan dengan yang kita pikirkan, atau pengalaman yang pernah kita alami, atau ilmu yang kita punya dan itu berhubungan, atau tuliskan saja dugaan-dugaan kita, atau komentar kita, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Ramulah mereka dalam kata-kata.
Demikianlah sedikit saran untuk menemukan ide. Saran yang sebenarnya ditujukan secara khusus untuk penulis, yah.. untuk diriku sendiri yang selalu merasa sulit dengan ide. Teori itu selalu lebih mudah dati prakteknya, bukan begitu?
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
#Hari ke-3

6 komentar:
Baca ini jadi dpet ide u/ nulis lagi kak.. Heheh
Setuju mba Muallimah...
ide ada di mana-mana dan di mana-mana ada ide. Hehe...
Mantap, kaka... untuk tipsnya... :)
Jazakillahu khairan... Nadilla, terus latih dirimu!!! Hihihiii
jd harus segera ditangkap dan dipemjarakan seperti di blogx mbak inet..^_^
yup, temukan ide2 yg b'keliaran bebas di sekitar kita..
wa iyyaki..
Posting Komentar