Aku tak suka membaca. Kepalaku terasa pusing saat membaca. Apalagi saat UN bahasa indonesia, aku pusing membaca soal-soal yang panjang. Tapi, ini saat aku masih SD. Membaca sama sekali bukan kebiasaanku. Meski aku terbiasa melihat bapak, mamah, dan kakakku membaca.
Liburan menanti pendaftaran masuk MTS (sederajat SMP) saat itu
sangat membosankan. Entah apa yang membuatku tertarik melihat tumpukan majallah
UMMI di rak buku kakakku. Dia memang langganan majalah UMMI.
Sebenarnya aku tak sepenuhnya benci membaca. Aku suka membaca
komik, itupun karena aku suka nonton Detective Conan. Makanya aku suka baca
komiknya juga. Zaman itu belum akrab dengan 'internet', istilah ini
belum kukenal, sama halnya youtube, download dkk. Belum ada istilah
ini saat itu, kami hanya bisa menonton Conan sesuai jadwalnya di TV. Membaca
komiknya adalah cara lain menikmati petualangan Detective Conan.
Selain komik, aku juga akrab membaca 'Permata'. Salah satu rubrik
yang ada di majallah UMMI. Tapi aku cuman baca petualangan Hilwa & Habib
saja karena full colour dan berbentuk komik. Kelihatan menarik.
Maka hari itu, saat mengambil semua tumpukan majallah UMMI, aku
belum tahu apa yang akan kulakukan dengannya. Aku hanya mencoba mencari kalau saja
ada sesuatu yang menarik selain 'Permata'. Saat membuka-buka majallah
mataku tertuju pada ‘CERPEN’ yang terlihat tidak sepadat tulisan lainnya. Cerpen
kelihatan renggang karena ada banyak percakapan. Mulailah aku membaca cerpen. Dan
itu adalah awal yang terus berlanjut hingga semua cerpen pada majallah habis
kulahap. Aku menikmatinya.
Aku beralih ke majallah SABILI setelah puas mengacak-acak majalah
UMMI. Bapakku langganan majalah SABILI yang juga memuat rubric khusus berisi
hiburan, EL-KA kalau tak salah ingat. Aku sungguh menikmati membaca. Ini berlangsung
hingga aku resmi menjadi santri kelas tujuh MTS di Darul Istiqamah. Dan petualangan
membacaku terus berlanjut sampai aku menemukan bacaan yang lebih menarik dari
cerpen, novel. Aku terus membaca sampai aku juga jatuh cinta pada genre yang
lain. Hingga saat ini, membaca menjadi salah satu hobiku.
Tapi kurasa, intensitas membacaku tak seperti dulu yang entah
berapa buku kubaca tiap bulan. Tak sebanyak dulu lagi. Mungkin karena banyak
waktu yang habis untuk membaca di sosmed dan sekarang begitu mudah mengakses
apapun yang ingin kita tahu di internet. Meski tak dapat dipungkiri bahwa buku
tetap tak kalah baik.
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan Ke-3: Hari Kedua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar