Saat ini perkuliahanku sudah
semester akhir. Kalau flashback semester-semester yang telah lalu, ada
satu kebiasaan buruk yang masih kupertahankan hingga saat ini. Kebiasaan yang
membuat waktu terasa tak pernah cukup. Sepanjang kuliah, aku selalu dikejar
deadline. Sering mengerjakan tugas kuliah saat sudah kepepet.
Persoalannya, saat akan
mengerjakan tugas seringkali terbentur hal-hal yang sulit, akhirnya menutup
kembali dan menyimpannya. Hingga deadline pengumpulan tugas tinggal sehari, barulah
sibuk semalaman, mengorbankan waktu istirahat untuk menyelesaikan tugas.
Herannya, jika sudah kepepet begini barulah semua ide muncul begitu saja.
Tiba-tiba paham bagaimana cara mengerjakan, padahal sebelumnya terasa sangat
sulit. Giliran otak encer penuh inspirasi, malah waktu yang terasa tak cukup
untuk mengerjakan semuanya.
Aku sama sekali bukan tipe yang
cuek sama tugas kuliah. Dikejar deadline bukan berarti aku tak peduli sama
tugas-tugas itu. Aku hanya menunda pengerjaannya, tapi sepanjang waktu otakku
sibuk memikirkan cara terbaik menyelesaikannya. Seperti inilah aku melewati
semester demi semester, terasa waktu tak pernah cukup untuk menyelesaikan
semuanya.
Dan hal ini lagi-lagi terulang. Menyusun
skripsi sebagai tugas akhir terasa berat sekali. Harusnya sambil menyelesaikan
penelitian aku mulai menyusun skripsiku, memperbaiki segala kekurangannya agar
nanti tinggal memasukkan hasil penelitian. Nyatanya, saat berhadapan sama
laptop, aku hanya menatap lama kalimat demi kalimat sampai akhirnya menyerah
dan berpikir untuk mengerjakannya lain waktu. Pola yang sama masih terulang, padahal
aku sadar betul kalau aku tak punya banyak waktu jika ingin lulus lebih cepat.
Jika kebiasaan ini terus
kupertahankan, pada akhirnya akan sama, waktu terasa tak pernah cukup untuk
menyelesaikannya. Aku banyak merenung tentang ini. Renungan yang membawaku pada
kesimpulan bahwa sebenarnya waktu untuk menyelesaikan semua tugas-tugasku
selalu cukup jika aku tak memutuskan untuk menunda pengerjaannya. Berapapun banyaknya
waktu yang diberikan tak akan pernah cukup untukku jika aku tetap teguh dengan
sifat menunda-nunda sampai mendekati deadline. Tak seharusnya aku menyerah saat
merasa kesulitan. Betapapun itu terasa sulit, aku tak boleh menyerah dan
menundanya lagi dan lagi. Aku harus mencari jalan keluar, beginilah harusnya.
Tulisanku sebelumnya, Sang Pencuri Waktu dan Paksa Diri, sungguh mereka kutulis untuk diriku sendiri yang sangat membutuhkannya saat itu dan sekarang, bahkan untuk kedepannya. Setidaknya
dengan tulisan itu aku bisa menyadarkan diriku tentang sikap yang harusnya
kuambil. Siapa lagi yang akan membuat diri ini kuat kalau bukan diriku sendiri?
Semua yang telah kutuliskan adalah
pengingat untukku. Aku adalah pembaca setia untuk tulisanku, melalui tulisan
bisa kuungkapkan segala hal yang sejatinya aku butuhkan. Termasuk untuk waktu
yang tak pernah cukup, inilah saat untuk membuatnya cukup. Paksa Diri.. dan
jangan terjebak lagi olehnya, Sang Pencuri Waktu.
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan Ke-5: Hari
Keempat

1 komentar:
sepertinya aku juga harus memaksa diriku.. huhuhu
*tipe pengguna power of kepepet juga :D
Posting Komentar