Islam adalah agama yang sempurna
dengan ajaran-ajarannya yang indah dan lengkap. Salah satu sikap yang
dianjurkan dalam syari’at adalah husnudzon atau bersangka baik. Ada
banyak hikmah indah di balik semua ajaran Islam. Termasuk anjuran berhusnudzon.
Dalam banyak hal, sulit rasanya
bersangka baik pada sesuatu yang jelas-jelas terlihat negative. Ketahuilah,
kebiasaan bersangka baik memang bukan kebiasaan yang bisa didapatkan dengan
cara instant. Butuh pembiasaan bahkan pemaksaan untuk bisa selalu bersangka
baik.
Sebenarnya, husnudzon
adalah istilah yang telah akrab di tengah kita, hanya dengan bahasa yang
berbeda. Berpikir positif, para motivator dan umumnya orang menyebutnya dengan
istilah ini, namun sebenarnya sama saja dengan husnudzon. Disebutkan bahwa
pikiran positif memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan kita, sehingga bisa
merubah banyak hal, atau kita kenal dengan istilah ‘the power of positive
thinking’ .
Ini sejalan dengan salah satu
hadits qudsi, “Sesungguhnya Aku bersama prasangka hambaku”. Itulah mengapa kita
dianjurkan agar senantiasa berprasangka baik terhadap segala hal, terlebih
bersangka baik terhadap Allah. Terhadap semua ketetapannya. Berpikir positiflah
selalu!
Mengapa harus husnudzon?
Pertama, karena Allah bersama
prasangka hamba-Nya, maka berprasangka yang baiklah selalu. Kedua, husnudzonlah
agar engkau merasa damai. Prasangka buruk tidak mendatangkan apa-apa kecuali
perasaan gundah, gelisa, dan tentu jauh dari kata tenang dan kedamaian. Padahal
belum tentu prasangka itu benar adanya. Maka akan lebih menenangkan jika kita
terus bersangka baik. Ketiga, tak ada ruginya bersangka baik. Terlepas prasangka
itu benar atau tidak. Memilih berhusnudzon berarti memilih untuk tenang
dan tidak berpikir buruk terhadap apapun.
Misal, kita ada janji dengan
teman untuk bertemu. Lama menunggu tapi ia tak kunjung datang. Akhirnya memutuskan
pulang. Tapi di jalan kita melihatnya justru berbincang sambil tertawa santai dengan
orang lain. Dalam situasi ini hanya ada dua kemungkinan, kita merasa jengkel
dan menggurutu dalam hati. Membiarkan pikiran kita berkelana membuat banyak
kemungkinan yang semakin membuat kita gusar dan marah. Atau mungkin kita hanya
menatapnya dengan senyuman tulus. Memilih damai dengan pikiran positif. Berhusnuzhon
kalau boleh jadi ia lupa dengan janji bersama kita, bukankah manusia memang
makhluk yang banyak lupa? Maka itu wajar. Atau dia ingat tapi pertemuan dengan
orang itu lebih penting lagi, dan tak punya pulsa untuk memberi kabar. Sungguh ada
banyak prasangka baik yang bisa kita pikirkan. Prasangka-prasangka yang tentu
akan membawa kedamaian hati.
Ini adalah pilihan. Setiap situasi
selalu menawarkan pilihan, berhusnudzon untuk kedamaian hati atau bersu’udzon
dan membiarkan gundah gulana memenuhi hati. Itulah pilihan!
Demikianlah, sungguh husnudzon
itu tak ada ruginya, meskipun kadang kenyataan tak seperti sangkaan baik kita.
tapi dengan husnudzon, itu artinya kita menutup peluang berbuat dosa dari
prasangka buruk. Mari latih diri untuk selalu berhusnudzon. Be positive
thinking! J
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan Ke-4 : Hari
Kelima

3 komentar:
Allah sesuai prasangka hambaNya...:)
yuk always think positive
always positive thinking
Posting Komentar