Kamis, 24 Maret 2016

Berhusnudzonlah, Agar Hatimu Damai.


Islam adalah agama yang sempurna dengan ajaran-ajarannya yang indah dan lengkap. Salah satu sikap yang dianjurkan dalam syari’at adalah husnudzon atau bersangka baik. Ada banyak hikmah indah di balik semua ajaran Islam. Termasuk anjuran berhusnudzon.

Dalam banyak hal, sulit rasanya bersangka baik pada sesuatu yang jelas-jelas terlihat negative. Ketahuilah, kebiasaan bersangka baik memang bukan kebiasaan yang bisa didapatkan dengan cara instant. Butuh pembiasaan bahkan pemaksaan untuk bisa selalu bersangka baik.

Sebenarnya, husnudzon adalah istilah yang telah akrab di tengah kita, hanya dengan bahasa yang berbeda. Berpikir positif, para motivator dan umumnya orang menyebutnya dengan istilah ini, namun sebenarnya sama saja dengan husnudzon. Disebutkan bahwa pikiran positif memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan kita, sehingga bisa merubah banyak hal, atau kita kenal dengan istilah ‘the power of positive thinking’ .

Ini sejalan dengan salah satu hadits qudsi, “Sesungguhnya Aku bersama prasangka hambaku”. Itulah mengapa kita dianjurkan agar senantiasa berprasangka baik terhadap segala hal, terlebih bersangka baik terhadap Allah. Terhadap semua ketetapannya. Berpikir positiflah selalu!

Mengapa harus husnudzon?

Pertama, karena Allah bersama prasangka hamba-Nya, maka berprasangka yang baiklah selalu. Kedua, husnudzonlah agar engkau merasa damai. Prasangka buruk tidak mendatangkan apa-apa kecuali perasaan gundah, gelisa, dan tentu jauh dari kata tenang dan kedamaian. Padahal belum tentu prasangka itu benar adanya. Maka akan lebih menenangkan jika kita terus bersangka baik. Ketiga, tak ada ruginya bersangka baik. Terlepas prasangka itu benar atau tidak. Memilih berhusnudzon berarti memilih untuk tenang dan tidak berpikir buruk terhadap apapun.

Misal, kita ada janji dengan teman untuk bertemu. Lama menunggu tapi ia tak kunjung datang. Akhirnya memutuskan pulang. Tapi di jalan kita melihatnya justru berbincang sambil tertawa santai dengan orang lain. Dalam situasi ini hanya ada dua kemungkinan, kita merasa jengkel dan menggurutu dalam hati. Membiarkan pikiran kita berkelana membuat banyak kemungkinan yang semakin membuat kita gusar dan marah. Atau mungkin kita hanya menatapnya dengan senyuman tulus. Memilih damai dengan pikiran positif. Berhusnuzhon kalau boleh jadi ia lupa dengan janji bersama kita, bukankah manusia memang makhluk yang banyak lupa? Maka itu wajar. Atau dia ingat tapi pertemuan dengan orang itu lebih penting lagi, dan tak punya pulsa untuk memberi kabar. Sungguh ada banyak prasangka baik yang bisa kita pikirkan. Prasangka-prasangka yang tentu akan membawa kedamaian hati.

Ini adalah pilihan. Setiap situasi selalu menawarkan pilihan, berhusnudzon untuk kedamaian hati atau bersu’udzon dan membiarkan gundah gulana memenuhi hati. Itulah pilihan!

Demikianlah, sungguh husnudzon itu tak ada ruginya, meskipun kadang kenyataan tak seperti sangkaan baik kita. tapi dengan husnudzon, itu artinya kita menutup peluang berbuat dosa dari prasangka buruk. Mari latih diri untuk selalu berhusnudzon. Be positive thinking! J  


Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost

Pekan Ke-4 : Hari Kelima

3 komentar:

Ainayya Ayska mengatakan...

Allah sesuai prasangka hambaNya...:)

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

yuk always think positive

elsapuspita mengatakan...

always positive thinking