Jumat, 02 Oktober 2020

Tujuh Belas Bulan

 Hari ini, usia Salman tepat tujuh belas bulan. Alhamdulillaah, Dia tumbuh sehat dan ceria. Tak kurang sedikitpun. Melihat perkembangannya dari hari ke hari tentu melahirkan rasa syukur yang mendalam, bahwa Allah menghadirkannya untuk kami sebagai amanah yang harus kami jaga, sekaligus menjadi penyejuk jiwa.

Perkembangan bahasanya pun mengalami kemajuan. Meski dia belum bisa ngomong dengan jelas, tapi sudah mulai bisa menyampaikan dengan bahasanya sendiri tentang apa yang diinginkan. Baik dengan menunjuk ataupun dengan merengek dan segera menjawab 'ya' jika yg kutebak adalah benar yang diinginkannya. Terlebih lagi, beberapa perintah sudah bisa dia pahami dengan baik. Jika diminta menutup pintu, diajak masuk dan keluar rumah, mengambilkan sesuatu (beberapa benda yang sudah dia tau namanya), pun memberikan sesuatu ke Ummi, Abi, atau Neneknya, dia sudah bisa melakukannya dengan baik. Intinya, dia mulai bisa diajak komunikasi. Bahkan seringkali dia yang mengajak kami ngobrol dengan bahasanya yang belum bisa kami pahami maksudnya, kami hanya merespon dengan tanggapan seolah mengerti yang dimaksud, lalu diapun akan tertawa lucu. Lalu kembali mencercau sendiri.

Selain kemampuan bahasanya, salman juga sudah lincah berjalan, seringkali malah berlari saat merasa ingin dikejar (sering kege'eran dia). Salah satu hal yang teramat disukainya adalah keluar rumah, kebalikan dengan Umminya yang lebih senang berdiam di rumah. Setiap melihat pintu rumah terbuka, Salman dengan sigap akan berlari dengan langkah2 kecilnya menggapai pintu. Keluar sendiri tanpa sendal, dengan tawa dan perasaan puas, mungkin tahu bahwa sebentar lagi Ummi akan berlari tergopoh mengejarnya. Jika sudah terlanjur keluar, Ummi akan menemaninya sebentar di luar untuk kemudian dibujuk masuk rumah. Seperti itulah selalu.

Seperti sudah menjadi rutinitas untuk menemaninya berjalan-jalan keluar rumah. Kadang sama Ummi, Abi, Nenek, atau lebih sering sama kaka Rahmah (Tante muda sih sebenarnya). Jika diajak berjalan di luar, dia akan semangat berjalan sendiri. Kalau sudah puas di luar rumah, dengan sukarela dia akan masuk rumah, tanpa nangis lagi. Ummi paham, bahwa di usia segini memang kecenderungannya adalah bermain di luar. Dia ingin bebas bereksplorasi. Itulah... Sesekali Ummi membebaskannya berjalan sendiri kesana-kemari, cukup mengawasi tiap tindakan berbahayanya seperti; mencabut bunga-bunga, memungut tanah dan memasukkannya ke mulut, berlari ke tengah jalan, bermain air, atau mengawasi jika sesekali dia terjatuh.

Selain lincah berjalan, Salman juga sangat banyak tingkah, ada-ada saja tingkahnya yang membuat Abi, Ummi, dan Neneknya dibuat tertawa. Dia sering menutup mata dan sedikit2 dikedipkan sambil berjalan pelan dengan ekspresi sok imut, atau berjalan mundur sambil tertawa2, atau kadang melebarkan kedua kakinya lalu berjalan dengan kaki terbuka lebar, ataupun berjalan dengan kedua lututnya, dan yang bikin pusing kalau dia mulai mutar2 atau berkeliling, membuat kepala kami terasa pusing.

Yah.. dia sangat menghibur dengan segala tingkahnya.

Di samping tingkah-tingkahnya yang menggelikan, kadangpula dia berbuat hal yang tak diharapkan seperti; memungut sampah lalu dimasukkan ke mulut, naik-turun tangga, menghamburkan pakaian yang sudah dilipat, menumpahkan air, dll. Kalau Umminya kerja, MaasyaAllaah.. senang sekali 'membantu'. Overalll... Ummi bahagia dengan semua tingkahnya meski tak jarang terbesit perasaan jengkel, kesal, dan ingin marah. Tapi, semua rasa itu bisa ditahan demi menemani tumbuh-kembangnya.

Kami, sebagai orangtua harus mengingat bahwa dia adalah seorang anak yang masih dalam proses belajar, belum paham mana benar dan salah. Maka dia butuh bimbingan, bukan bentakan atau kata-kata menyalahkan. Apapun yang dilakukannya, semua itu adalah proses belajar untuknya.  Maka, kesabaran tak terbataslah yang dibutuhkan selama membersamainya.

Ananda Salman... Semoga engkau tumbuh menjadi hamba Allah yang kuat iman dan taqwanya. Doa kami senantiasa menyertai setiap langkahmu.

Aqilah El-Hafizah

Ummu Salman

Senin, 03 Agustus 2020

Tentangmu, Nak

Salman Alfarisi, hari ini usiamu sudah lima belas bulan satu hari, kemarin tepat lima belas bulan. Alhamdulillaah. Sungguh banyak cerita yang ingin ummi tuliskan tentang hari-hari yang terlewati selama membersaimaimu, Nak. Tapi kadang sulit sekali meluangkan waktu, apalagi ummi sudah lama tidak menulis, terasa kaku. 

Tapi hari ini, ummi sungguh ingin menulis sedikit tentangmu. Meski hanya sedikit, semoga yang sedikit itu bisa mengabadikan kenangan akan masa-masa tumbuh kembangmu.

Alhamdulillaah, di usia ini Salman sudah bisa berjalan, meski masih harus pelan-pelan. Beberapa hari ini semangat sekali belajar jalan, sibuk mutar sana-sini melatih kemampuan barumu. Rasanya bahagia sekali setiap melihatmu berusaha berjalan, meski masih tertatih-tatih, pelan-pelan, tapi terus berusaha dan terlihat sangat menikmatinya. Semua kamu lakukan dengan tawa sumringah menghiasi wajah. 

Namun, Seringkali kamu kehilangan keseimbangan saat berjalan. Tak terhitung berapa kali kamu terjatuh. Kadang pula harus menangis keras karena jatuhnya cukup keras. Bahkan kadang menyisakan benjolan di kepala. Meski begitu, kamu tidak merasa takut untuk kembali berjalan. 

Teringat saat pertamakali mulai melangkahkan kakimu, Rabu, 8 Juli 2020... Pagi sekali, saat kamu baru saja bangun dan langsung semangat bermain. Kamu memungut plastik permen dan ingin memberikannya pada ummi, dari posisi berdiri kupikir kamu akan merangkak dan membawakan plastik itu. Nyatanya, kamu tiba-tiba melangkahkan kaki dengan cepat dan terburu-buru hingga mencapaiku. Kusambut kau dengan sumringah. Surprise! Salman berjalan, lima langkah! Ummi sungguh bahagia melihatmu berjalan. Dengan semangat kuceritakan pada abi perkembangan barumu. 

Sejak hari itu kamu mulai belajar melangkah. Dan hari ini, kami tidak harus menghitung lagi, berapa langkah yang berhasil dicapai. Kamu makin mahir berjalan. 

Selain itu, kamu semakin cerewet. Sangat sering ngoceh sendiri ataupun mengajak kami bicara dengan bahasa yang tidak kami mengerti. Nadanya kadang lurus-lurus saja layaknya orang yang sedang bercerita, kadang pula bernada pertanyaan. Kalau diajak ngomong dengan pertanyaan, seolah paham sedang ditanya, kamu akan sigap menjawab 'yah'. 

Kita sering ngobrol. Seringkali kamu terlihat sangat paham dengan apa yang kami bicarakan atau tanyakan, lalu kau akan balik menanggapi dengan ocehan yang cukup panjang pula. Beberapa kata mulai bisa dia ucapkan dengan lumayan jelas, seperti Abi, apa, dua, tiga. Dan hari ini dia seperti paham satu kata lagi, 'Ini'. Beberapa kali dia memberikan sesuatu sambil ngoceh... 'ni'. 

Mungkin itu saja dulu hari ini. Tulisannya sudah cukup panjang. Yang pasti... Kehadiranmu menjadikan ummi dan abi harus belajar lebih sungguh-sungguh agar bisa menjadi orangtua yang layak. Dalam artian, berusaha memberikan pendidikan terbaik yang kami bisa. Kami akui, banyak kekurangan dan kelalaian selama lima belas bulan membersamaimu. Tapi, kami tentu akan mengusahakan yang terbaik. Meski belum maksimal, semoga kedepannya Allah masih memberikan kesempatan untuk melengkapi yang kurang.

Sehat selalu, Nak. Semoga keseharianmu selalu diliputi rahmat serta berkah dari-Nya.