Senin, 03 Agustus 2020

Tentangmu, Nak

Salman Alfarisi, hari ini usiamu sudah lima belas bulan satu hari, kemarin tepat lima belas bulan. Alhamdulillaah. Sungguh banyak cerita yang ingin ummi tuliskan tentang hari-hari yang terlewati selama membersaimaimu, Nak. Tapi kadang sulit sekali meluangkan waktu, apalagi ummi sudah lama tidak menulis, terasa kaku. 

Tapi hari ini, ummi sungguh ingin menulis sedikit tentangmu. Meski hanya sedikit, semoga yang sedikit itu bisa mengabadikan kenangan akan masa-masa tumbuh kembangmu.

Alhamdulillaah, di usia ini Salman sudah bisa berjalan, meski masih harus pelan-pelan. Beberapa hari ini semangat sekali belajar jalan, sibuk mutar sana-sini melatih kemampuan barumu. Rasanya bahagia sekali setiap melihatmu berusaha berjalan, meski masih tertatih-tatih, pelan-pelan, tapi terus berusaha dan terlihat sangat menikmatinya. Semua kamu lakukan dengan tawa sumringah menghiasi wajah. 

Namun, Seringkali kamu kehilangan keseimbangan saat berjalan. Tak terhitung berapa kali kamu terjatuh. Kadang pula harus menangis keras karena jatuhnya cukup keras. Bahkan kadang menyisakan benjolan di kepala. Meski begitu, kamu tidak merasa takut untuk kembali berjalan. 

Teringat saat pertamakali mulai melangkahkan kakimu, Rabu, 8 Juli 2020... Pagi sekali, saat kamu baru saja bangun dan langsung semangat bermain. Kamu memungut plastik permen dan ingin memberikannya pada ummi, dari posisi berdiri kupikir kamu akan merangkak dan membawakan plastik itu. Nyatanya, kamu tiba-tiba melangkahkan kaki dengan cepat dan terburu-buru hingga mencapaiku. Kusambut kau dengan sumringah. Surprise! Salman berjalan, lima langkah! Ummi sungguh bahagia melihatmu berjalan. Dengan semangat kuceritakan pada abi perkembangan barumu. 

Sejak hari itu kamu mulai belajar melangkah. Dan hari ini, kami tidak harus menghitung lagi, berapa langkah yang berhasil dicapai. Kamu makin mahir berjalan. 

Selain itu, kamu semakin cerewet. Sangat sering ngoceh sendiri ataupun mengajak kami bicara dengan bahasa yang tidak kami mengerti. Nadanya kadang lurus-lurus saja layaknya orang yang sedang bercerita, kadang pula bernada pertanyaan. Kalau diajak ngomong dengan pertanyaan, seolah paham sedang ditanya, kamu akan sigap menjawab 'yah'. 

Kita sering ngobrol. Seringkali kamu terlihat sangat paham dengan apa yang kami bicarakan atau tanyakan, lalu kau akan balik menanggapi dengan ocehan yang cukup panjang pula. Beberapa kata mulai bisa dia ucapkan dengan lumayan jelas, seperti Abi, apa, dua, tiga. Dan hari ini dia seperti paham satu kata lagi, 'Ini'. Beberapa kali dia memberikan sesuatu sambil ngoceh... 'ni'. 

Mungkin itu saja dulu hari ini. Tulisannya sudah cukup panjang. Yang pasti... Kehadiranmu menjadikan ummi dan abi harus belajar lebih sungguh-sungguh agar bisa menjadi orangtua yang layak. Dalam artian, berusaha memberikan pendidikan terbaik yang kami bisa. Kami akui, banyak kekurangan dan kelalaian selama lima belas bulan membersamaimu. Tapi, kami tentu akan mengusahakan yang terbaik. Meski belum maksimal, semoga kedepannya Allah masih memberikan kesempatan untuk melengkapi yang kurang.

Sehat selalu, Nak. Semoga keseharianmu selalu diliputi rahmat serta berkah dari-Nya. 

Tidak ada komentar: