Jumat, 26 Februari 2016

Hujan Yang 'Berbeda'


Hujan.
Selalu menyenangkan menatap hujan, ada sensasi menyegarkan yang kurasakan tiap kali menatapnya. Itulah mengapa, aku mencintai hujan.

Aku selalu menikmati hujan, menatap tetesannya, dan merasakan sensasi yang menyegarkan. Kadang aku tak bisa menatapnya karena tembok yang menghalangi, tapi aku tetap bisa mendengar suara khasnya, rintik yang menerpa atap rumah. Dan tahukah kamu? sensasi hujan selalu ada meski aku tak menatapnya, bahkan saat tidurpun, aku seperti merasakan kesegarannya. Begitu gemarnya aku dengan hujan.

Pagi ini...
Aku kembali menatap hujan, tapi dengan perasaan sedikit berbeda. Ada banyak urusan yang harus kuselesaikan, tapi aku terjebak hujan di tempat photocopy. Maka,  aku hanya bisa menatap hujan dengan nelangsa. Hujannya semakin deras, angin pun ikut menjadi penyempurna hujan pagi ini. Pakaianku basah di beberapa bagian, karna hujan teramat deras dan tempat photocopy yang tidak mendukung.

Pagi tadi cerah, kupikir tidak akan hujan hari ini, itulah mengapa aku keluar tanpa persiapan menghadapi hujan. Hujan memang selalu di luar prediksi manusia, karna manusia bukanlah penguasa hujan, termasuk aku.  Sang penikmat hujan.

Aku menatap layar handphone, 11.15! aku sudah terlambat. Hampir sejam menikmati hujan dengan nelangsa di tempat fotocopy, ditambah perjalanan kurang lebih sejam yang harus kutempuh untuk samapai di tempat tujuan. Sempurna! aku telat.

Aku tak tahu akan seperti apa selanjutnya, karena pagi ini.. dua urusan penting gagal kuselesaikan. Hanya berharap akan kemurahan Sang Penguasa atas semua urusanku.

However, aku selalu menyukai hujan, meski kadang pula aku menyalahkannya atas tertundanya kegiatanku. Paling tidak.. pagi ini, hujan membuatku menulis, hehe..



Aqilah El-Hafizhah
Di tengah derasnya hujan

Selasa, 23 Februari 2016

Thanks to Sekolah TOEFL, my friends, and Mr.Budi Waluyo..


Dalam sebuah tulisannya, beliau menulis agar berhenti berpikir bahwa pertemuan kita dengan seseorang adalah sebuah kebetulan, tapi berpikirlah bahwa Allah ingin menyampaikan sesuatu kepada kita melalui pertemuan itu. Carilah hikmah atau pesan yang sesungguhnya Allah ingin sampaikan melalui orang-orang yang kita temui.

Saya sangat percaya bahwa segala yang terjadi dalam hidup ini tak ada yang kebetulan, tapi bagian dari scenario Allah untuk menyampaikan sesuatu, termasuk untuk sebuah pertemuan. Dan tugas kita adalah, bagaimana menemukan hikmah/pelajaran dari setiap pertemuan.

Pertemuan saya dangan sekolah TOEFL, Sir Budi, juga teman-teman di Sekolah TOEFL adalah anugerah yang sangat saya syukuri. Seperti yang dikatakan kak Budi, ada yang ingin disampaikan Allah lewat sebuah pertemuan, dan kutemukan hikmah yang luar dari pertemuanku dengan beliau, dan teman-teman lainnya di Sekolah TOEFL.

Saya menemukan banyak hal yang sebenarnya sudah sering kutemukan sebelumnya lewat buku-buku yang saya baca, atau film dan video yang saya tonton, tapi entah mengapa.. ada sensasi berbeda yang kurasakan. Tulisan-tulisan sederhana dari Mr.Budi memberikan dorongan semangat yang lebih, mungkin karena belau adalah guru bagi kami.

Akhir tahun, 31 Desember yang lalu, beliau membagikan sebuah video singkat, sederhana, dan dibuat apa adanya tanpa sedikitpun rekayasa.

Dalam video itu, beliau kembali mengingatkan kami tentang kerja keras dan keseriusan. Video yang membuat saya merenung banyak, utamanya pada kalimat yang terus terngiang..

“Sadar dengan kemampuan saya, saya kejar. Kalau orang belajarnya dua jam sehari, saya harus lima sampai sepuluh jam. Malam itu harus jadi siang, dan memang serius. Saya tidak tahu apa yang membuat saya ingin merekam video ini, saya hanya ingin mengatakan, ‘Terima Kasih’.”

Mungkin terdengar biasa, sesuatu yang sudah sering kita dengar atau baca dari berbagai sumber. Yah, tak terhitung berapa kali saya menemukan kalimat yan sama, minimal sama maknanya, baik itu dari buku-buku motivasi yang sering saya baca, maupun video dan audio yang saya dengar. Hanya saja, kali ini terasa berbeda. Aku merasakan hal yang lain dari biasanya. Mungkin terdengar lebay, but it’s the fact. Mengapa?

KETULUSAN.

Ini yang saya rasakan dari video yang dibagikan kak Budi. Sebuah pesan yang disampaikan secara khusus kepada para siswa Sekolah TOEFL, dan itu tulus. Beliau bicara apa adanya dalam video itu, mengharapkan kebaikan untuk kami, orang yang tak pernah beliau kenal secara langsung, kami orang asing bagi beliau, tapi beliau tulus untuk semua yang ia lakukan untuk kami. Itulah mengapa pesan ini terasa berbeda dari yang lain dan menjadi pemicu buat saya pribadi.

Ungkapan terakhir beliau dari video itu, ‘Saya tidak tahu apa yang membuat saya ingin merekam video ini, saya hanya ingin mengatakan, ‘Terima Kasih’. Sekarang saya tahu, mengapa kak Budi harus merekam video ini. Sekali lagi,tak ada yang kebetulan. Mungkin setiap orang punya tanggapan yang berbeda, ini hanya apa yang kurasakan setelah melihat videonya.

Terima kasih banyak Sekolah TOEFL, sudah menjadi wadah untuk kami belajar banyak hal.

Terima kasih yang tak terhingga kepada Mr.Budi, mentor kami, guru kami, motivator kami, terkhusus buat videonya yang sangat berkesan. Datang tepat saat saya membutuhkannya. Saya akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan yang lebih baik.

Terima kasih kepada teman-teman semua, terkhusus kepada kelas 4D yang telah menjadi pemompa semangat buat saya, semangat kalian secara tak langsung tentu mempengaruhi yang lain (para silent reader). Ada alasan kenapa ada yang memilih menjadi silent reader, mungkin masih berusaha untuk juga bisa seaktif kalian, semoga segera bisa mengaplikasikan ‘Lets Break The Limit’.

Sayapun minta maaf atas kekurang aktifan di grup, itu karena kesibukan, meski tetap berusaha melaksanakan semua kewajiban di Sekolah TOEFL. Kadang shock dan takut membuka chat yang menumpuk sampai ratusan. Beruntung ada teman yang siap menyampaikan kesimpulan dari diskusi panjang di grup saat saya benar-benar tak sempat baca WA. Terima kasih Lela, teman yang telah banyak membantuku.

Terakhir, terima kasih banyak untuk semuanya, LETS BREAK THE LIMIT!!!