Jumat, 28 Juli 2017

Sehat Selalu, Mama..

28 Juli 2017

Sepulang shalat isya tadi mama bilang perasaannya tiba-tiba tidak enak, badannya seperti menggigil. Dia hanya minta diselimuti.

Setelah melaksanakan perintahnya saya bergegas melanjutkan pekerjaanku yang belum selesai. Saat kembali ke kamar Ia sudah tertidur pulas, padahal belum makan malam. Biarlah, mungkin mama kelelahan, dia butuh banyak istirahat.

Kugantungkan kelambu lalu kutatap wajahnya yang terlelap pulas. Entah apa yang kurasakan, tapi sangat banyak perasaan yang berkecamuk. Sulit kudefinisikan.

Tiba-tiba aku hanya ingin menulis tentangnya. Apapun itu.

Aku ingin selalu bisa melihatnya dalam kondisi sehat. Untuk waktu yang lama.

Semoga esok kau kan sehat kembali, Mama.



  1. Aqilah El-Hafizhah



Selasa, 04 Juli 2017

Hati Yang Cantik

Kau tahu?

Ketika seseorang memutuskan menyelesaikan semua pekerjaan tanpa meminta bantuan, bukan berarti Ia benar-benar tidak butuh dibantu. Mungkin karena Ia merasa lelah meminta tolong pada orang yang tak peka bahwa bantuannya dibutuhkan segera, bukan hanya disambut dengan jawaban 'Tunggu dulu'.

Pun sama saat seseorang memutuskan menggantikan pekerjaan orang lain-yang sebenarnya pekerjaan itu bukan lagi bagiannya- bukan berarti Ia kelewat rajin. Mungkin karena Ia sudah lelah memerintah dan meminta orang mengerjakan tugasnya,  dan yang diperintah sama sekali tak menggubris, memilih cuek,  atau lagi-lagi memberikan jawaban 'Tunggu dulu'.

Terakhir, ketika seseorang akhirnya memutuskan berhenti untuk mengingatkan, memilih diam dan membiarkan-melakukan apapun yang diinginkan dan dipikirnya benar, bukan berarti Ia tak lagi peduli. Mungkin, Ia sudah lelah dengan nasehat yang telah disampaikan berulangkali tanpa rasa bosan, dan nasehat itu tidak memberi manfaat bagi yang dinasehati.

'Berhenti' akhirnya menjadi pilihan terakhir. Mungkin tersisa do'a-selemah lemahnya iman- yang Ia punya untuk seseorang yang selalu diharapkannya menjadi pribadi yang semakin baik. Tampil indah dengan keluhuran akhlaknya.  Semoga do’a-do’a yang terucap tulus itu mampu mengetuk pintu langit hingga menuai ijabah. Meski tak pasti kapan, tapi keyakinanlan yang lebih utama saat memohon.

***
Dalam sutuasi seperti ini, setidaknya ada dua sikap yang harus dimiliki.

Pertama, untukmu yang berada dipihak yang selalu memilih mengalah dan penuh harap. Milikilah hati yang lapang, dengannya engkau bisa tetap tegar dengan segala situasi yang kau hadapi. Agar setiap sikap yang tak sesuai kehendakmu tak harus membuat hatimu rusuh oleh rasa jengkel, marah, dan kecewa. Kau memilih damai. Dan hakikat dari hati yang lapang itu adalah KEIKHLASAN. Saat segalanya hanya karena lillah.

Kedua, untuk kita semua yang boleh jadi telah menjadi sosok yang tak mengenal ‘peka’. Boleh jadi tak sadar kalau kita telah menjadi objek kemarahan, kejengkelan, atau kekecewaan orang lain. Pekalah! Buat hati kita sensitif untuk bisa memahami orang lain. Jangan sampai kita selalu merasa bahwa tak ada yang mengerti diri kita, padahal kitalah sebenarnya yang tak pernah mau belajar memahami orang lain.

Milikilah hati yang cantik, dengannya semua hal kan terasa ringan. Dan menjadikan hati kita cantik bukanlah proses sehari. Butuh banyak latihan untuk membuatnya kuat, tegar, tahan banting, dan lapang hingga akhirnya Ia bisa sebening kristal. Maka usahakanlah, semoga Allah mengaruniakan kita hati yang cantik. 


Demikian,

Aqilah El-Hafizhah