Jumat, 18 Maret 2016

Setengah Isi Setengah kosong

Ini adalah buku non-fiksi pertama yang kubaca. Aku memulai hobi bacaku dengan cerpen dan segala tulisan bergenre fiksi lainnya. Buku non-fiksi tak pernah menarik buatku. Yang kusuka hanya novel dan sejenisnya. Tak sekalipun aku menyentuh buku non-fiksi.

Seperti biasa, sehabis sholat jama’ah maghrib selalu diisi dengan beberapa pelajaran bebas untuk menunggu waktu isya. Tiga kali seminggu latihan dakwah dan selebihnya biasa diisi oleh guru dan Pembina. Salah seorang Pembina yang aktif mengisi waktu itu adalah kak Lisa. Beliau sering memberikan motivasi dengan berbagai cerita inspiratif. Aku selalu menikmati pembelajaran dari beliau. Itu salah satu pembelajaran menarik menurutku. Aku penasaran, dari mana beliau mendapat cerita-cerita menarik itu.

Aku lupa dari mana mendapatkan info kalau cerita-cerita itu dari sebuah buku motivasi. Setelah cari tahu, akhirnya aku memesan buku itu lewat teman seorang kakak. Setengah Isi Setengah Kosong. Buku inilah referensi dari cerita-cerita inspiratif itu.


Setengah Isi Setengah Kosong. Dari judulnya sudah menarik, kan? Sebuah buku yang ditulis oleh Parlindungan Marpaung. Buku motivasi yang dikemas dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Menariknya, setiap judul dalam buku ini di awali dengan kisah-kisah menarik sehingga tidak membosankan membacanya. Setelah cerita, barulah penulis memberikan ulasan yang berkaitan dengan cerita. Tidak hanya berisi motivasi, buku ini juga berisi banyak informasi yang baru kudapatkan. Intinya, buku ini menarik. Dan inilah awal aku mulai merasakan nikmatnya membaca dengan menambah wawasan lewat buku-buku. Aku mulai paham mengapa orang dewasa lebih senang membaca buku yang menurutku ‘membosankan’.

Setelah membaca buku ini, aku mulai membaca buku-buku non-fiksi lainnya. Awalnya hanya buku-buku motivasi, lama-kelamaan akhirnya aku membaca apa saja yang menarik. Sampai saat ini, aku bahkan tak lagi membaca novel kecuali novel dari Tere Liye. Seperti yang telah kutuliskan sebelumnya.



Setelah Setengah Isi Setengah Kosong, Parlindungan Marpaung kembali menulis buku dengan genre dan model yang sama tapi dengan judul dan isi yang berbeda pastinya, Fulfilling Life. Dan bagiku ini sama saja dengan buku pertamanya, sama menariknya. Sampai saat ini aku masih sering membaca kedua buku ini. I love them so much!

Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan Ke-3: Hari Kelima


5 komentar:

Ainayya Ayska mengatakan...

Isinya soal apa, kak?

Juni_Riyanti mengatakan...

Buku motivasi selalu menarik untuk dibaca

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

jadi pengin baca bukunya

Unknown mengatakan...

Keknya menarik yang setengah isi setengah kosong...

Warna Warni Dunia Cici mengatakan...

Udah lama klo ke toko buku kepo sama buku ini. Tp gak jdi2 beli. #BudgetTerbatasMaunyaBanyak Hahaha