Mbak Asma Nadia pernah menulis pada page-nya bahwa mustahil
orang yang malas menulis akan menjadi penulis. Hal ini sangat masuk akal.
Bagaimana bisa seseorang menghasilkan tulisan yang baik jika tidak dengan
banyak berlatih? Mungkinkah kita bisa tiba-tiba menyaingi karya para penulis
hebat negeri ini hanya dengan tiga atau empat kali menulis? Impossible!
Jangankan menyamai penulis buku best seller, menghasilkan sebuah
buku saja sangat berat bagi seorang penulis malas. Menulis sebuah buku itu
proses yang tidak mudah, apalagi bagi penulis pemula. Jika kita malas,
bagaimana bisa kita mampu menyelesaikan sebuah buku?
Sekalipun mampu menyelesaikan sebuah buku dalam tempo yang lama. Kenapa
saya katakana lama? Bagi penulis malas, mungkin saja bisa menyelesaikan sebuah
buku, tapi tentu membutuhkan waktu yang lama. Namanya juga penulis malas,
menulis hanya saat lagi datang rajinnya. Saat karya itu telah rampung,
bagaimana kualitasnya? Tentu tak bisa menyamai penulis-penulis buku best
seller. Kalau anda mampu menyelesaikan sebuah buku dalam waktu yang tak begitu
lama dan dengan kualitas tulisan yang bagus. Tentu anda bukan seorang penulis
malas.
Jika ingin menjadi penulis, maka tak ada cara lain kecuali menulis.
Latih kemampuan dengan terus menulis, apapun itu, yang penting menghasilkan sebuah
karya. Kebiasaan menulis akan mengasa kemampuan kita. Semakin kita sering
menulis maka semakin mudah bagi kita merangkai kata. Tapi ingat, menulis tak
bisa lepas dari membaca. Terkadang seorang penulis istirahat nulis untuk fokus membaca,
membaca, dan membaca. Membaca adalah cara lain meningkatkan keterampilan
menulis seseorang.
Yah.. semoga ODOP bisa menjadi sarana untuk terus berlatih.Meski tulisan masih blepotan, tapi saya sudah mencoba, bukan?
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePage
Pekan Ke-4 : Hari Ketiga
1 komentar:
Menulis mengasah kemampuan.
Posting Komentar