Sebelumnya aku sudah panjang kali
lebar bicara tentang namaku, yah! Hanya seputar nama. Apa lagi yang harus
kuperkenalkan? Tidak ada yang istimewa tentang diriku. Meski seorang pakar
menyatakan ‘Setiap anak lahir membawa hal istimewa dalam dirinya’ tapi aku
belum menemukan hal istimewa itu.
Aku hanya gadis biasa. Tak ada yang istimewa dariku.
Aku hanya gadis biasa. Tak ada yang istimewa dariku.
Yah, seorang gadis yang
dikenal pendiam dan pemalu, tapi lumayan dikenal di tiap tempat yang pernah
kujejaki. Dibalik diamku, ada juga beberapa prestasi yang hanya akan nampak saat terdesak.
Dengan kata lain, aku terlalu pemalu dan tidak percaya diri. Sebuah kelemahan
yang hingga saat ini masih tak menemukan jalan keluar.
Saat ‘terdesak’ adalah sebuah kesempatan
aku bisa terlihat sedikit cemerlang. Itu adalah saat aku tak tahan pada suatu
hal yang diperdebatkan orang sekitarku hingga aku terpancing untuk segera angkat
bicara. Dan saat bicara, maka aku akan menjadi penguasa dalam forum. Tentunya
jika topik yang dibahas adalah hal yang kukuasai, hehe..
Aku lebih memilih diam dan
menjadi penyimak dan pendengar yang baik di setiap forum yang kuikuti. Hanya bicara
saat merasa ‘Aku harus bicara’. Sayangnya, saat aku merasa harus bicara itu
hanya berdasarkan versiku saja, saat emosiku terpancing suasana. Tapi saat
suasana adem terkendali, aku seperti tak ada dalam forum. Sehebat apapun ide
yang kupunya, sekeren apapun pendapatku, dan sebagus apapun saranku, semua
hanya akan berkeliaran di kepala. Tak pernah terlontar lantaran sifatku yang
tidak percaya diri.
Saat ‘terdesak’ lainnya adalah
saat orang sekitarku begitu percaya terhadap kemampuan yang selalu kuingkari. Sehingga
mereka memaksaku ikut berpartisipasi dalam kompetisi. Terus mendesakku sampai
aku tak punya pilihan selain ikut. Dan betul, aku berhasil.
Prestasi yang pernah kuraih selalu kuanggap sebuah ‘keberuntungan’ bagiku, bukan karena kemampuanku. Bagiku, itu hanya sebuah keberuntungan dan kebetulan.
Prestasi yang pernah kuraih selalu kuanggap sebuah ‘keberuntungan’ bagiku, bukan karena kemampuanku. Bagiku, itu hanya sebuah keberuntungan dan kebetulan.
Jujur, saat Mts sederajat SMP)
dan MA (sederajat SMA), seingatku, aku hampir tak pernah gagal dalam semua
lomba yang kuikuti. Aku selalu menjadi juara, kecuali pada satu lomba. Dan aku tak pernah mengajukan diri untuk ikut. Peringkatku di
sekolah pun selalu baik.
Tapi, di balik semua itu, aku tak pernah percaya bahwa itu murni kemampuanku. Itu kuanggap keberuntungan. Matematika kesuksesan seringkali tak sejalan dengan logika manusia, bukan?
Tapi, di balik semua itu, aku tak pernah percaya bahwa itu murni kemampuanku. Itu kuanggap keberuntungan. Matematika kesuksesan seringkali tak sejalan dengan logika manusia, bukan?
Tunggu dulu, tiga sifat yang
kusebutkan sebelumnya hanya berlaku di tengah orang banyak, orang asing, dan
orang-orang yang tidak akrab denganku. Di tengah orang-orang yang sangat
kukenal, aku bukan lagi Muallimah yang pendiam, pemalu, dan tidak percaya diri. Justru
sebaliknya.
Aku bukan tipe orang yang mudah
bergaul, sama sekali tidak supel. Tapi sekali bisa berteman, aku bisa menjadi teman yang
baik. Ups.. kelewat panjang, aku tak akan membuat blog ini berkicau terlalu banyak tentang diriku. Singkatnya, aku lebih suka berdiam di rumah, tepatnya di
kamar ketimbang jalan tak tentu arah ataupun tentu arah. Lebih menarik menghabiskan
waktu dengan segala kesukaanku ataupun mengerjakan banyak hal di rumah. Jadi,
jangan bertanya banyak soal tempat dan jalan padaku, salah alamat!
Aku senang membaca, apalagi
novel-novelnya Bang Tere. Novel yang tak pernah terlewatkan, sangat inspiratif.
Kesukaanku membaca membuatku suka menulis, meski itu bukan hal penting untuk
ditulis, lebih sering ngawur.
Detective Conan, hal lain yang telah membuatku jatuh cinta. Memori laptopku sudah merah lantaran koleksi film conan. Dua hal yang bisa menghalangiku dari tidur, membuat mataku sanggup bertahan sehari-semalam tanpa terpejam, membaca dan menonton.
Detective Conan, hal lain yang telah membuatku jatuh cinta. Memori laptopku sudah merah lantaran koleksi film conan. Dua hal yang bisa menghalangiku dari tidur, membuat mataku sanggup bertahan sehari-semalam tanpa terpejam, membaca dan menonton.
Selain itu, pantai dan hujan. Dua
hal yang juga sangat kusukai. Aku selalu menolak diajak jalan kecuali untuk dua
tempat, pantai dan perpustakaan. Selalu ada kedamaian tiap kali menatap lautan.
Tentang impian, ah.. impianku terlalu banyak untuk kusebutkan. Tapi dua hal yang telah kusebutkan; menjadi guru dan penulis.
Tentang impian, ah.. impianku terlalu banyak untuk kusebutkan. Tapi dua hal yang telah kusebutkan; menjadi guru dan penulis.
Terakhir, aku seorang mahasiswi
semester akhir di Universitas Muslim Indonesia Makassar, fakultas SASTRA
jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Sekarang lagi fokus sama penelitian. Semoga cepat
kelar.
Sekian perkenalan yang sangat
panjang dan membosankan dariku. Salam pena!
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan ke-2: Hari kedua

11 komentar:
kita memang punya banyak kesamaan dan kecocokan^^
The power of kepepet itu luar biasa ya,,, muallimah....
whoaaa.. luar biasa mbak
mulai sekarang muallimah harus mulai merubah mindset :') harus mulai memupuk confident
akan karunia yg Allah titipkan kepada mbak muallimah
semoga kelebihan2 yg mbak punya.. bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara kelak aamiin
mbak nggak sendiri kok pernah ngrasain itu :')
salam kenal yaa
baru tau kalo mbak juga orang makassar.. i also live in Makassar hehe
Wah, keren... prestasinya ok. :) semoga sukses... semangat
Hai mbak mualimah..:D aku dulu lahirnya di Makassar loh.. #lhah??😂😂😂
Semangatt mbak mualimah..
kebetulankah? atau ente ikut-ikutan sama ane? hehe..
hi mbk sasmita :)
dulu? sekarang domisili d mana, mbk?
aamiin.. makasih mbak :)
yup, harus bisa merubah mindset, maunya sih gitu mbak..^_^
salam kenal juga, jangan2 sempat ketemu di jalan..hehe..
ada tuh bukunya.."The Power of Kepepet" hehe..
prestasi? entahlah..
salam sukses Nadilla.
sukses dgn sebenar-benarnya definisi :)
keep spirit..
Aamiin... sukses yang sebenernya...
Posting Komentar