Pagi tadi, aku kembali berkunjung ke pesantrenku. Tepatnya di kampus putri, lebih dikenal dengan SPIDI (Sekolah Putri Darul Istiqamah). Beberapa hari ini aku memang sering datang untuk sebuah urusan. Penelitian. Kuputuskan untuk meneliti di tempat ini.
Sejenak aku menatap sekeliling kampus. Menyadari kalau kampus ini telah banyak berubah. Masjid tempatku duduk saat ini, bukan lagi masjid beberapa tahun lalu. Terlihat lebih elegan dengan hamparan karpet merah yang lumayan empuk. Masjid tanpa dinding, kecuali di bagian depan. Sehingga dari jarak jauh semua keramaian di masjid bisa terlihat.
Lapangan apel (baca:upacara) yang dulunya terbuat dari susunan batako, kini telah disulap menjadi hamparan karpet hijau, rumput plastik. Indah. Ada banyak gazebo di sini. Nyaman untuk istirahat.
Asrama. Dulu, asrama kami tidak bertingkat. Bangunan asrama berjejer bagai gerbong kereta api, amat panjang, sampai kami menyebutnya 'asrama panjang'. Lihatlah, di hadapanku kini berdiri kokoh bangunan tiga lantai.
Sudahlah.. akan panjang jika membahas segala yang telah berubah di sini. Butuh waktu khusus untuk membahasnya lebih runci. Poin pentingnya, semua ini membuatku teringat masa-masa indah yang pernah kulalui di tempat ini. Kenangan yang tak akan punah meski telah banyak perubahan.
Ada banyak guru dan staf baru yang tak lagi kukenal. Tapi, guru-guruku.. mereka masih di sini. Guru yang telah begitu tulus mengajari kami. Guru yang kutahu sangat berbeda dari guru kebanyakan. Tak banyak yang bisa paham 'ketulusan' yang kumaksud. Melihat mereka, aku mendekat dan mencium tangannya. Berbincang sedikit, menjawab pertanyaan yang sudah biasa.
Selain itu, ada satu hal yang selalu ada di kampus ini. Dulu, juga saat ini. Suasana tentram yang kurasakan masih ada hingga kini. Kampus ini selalu menyenangkan, suasananya yang asri dan menyegarkan, sejuk. Bikin kita betah berlama-lama.
Yah.. inilah sedikit cerita hari ini. Ada banyak sekali yang ingin kuaampaikan. Tapi mataku seperti tak memberiku lagi kesempatan. Semoga masih ada hati esok untukku.
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan ke-3: Hari pertama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar