Ada dua orang sahabat, namanya
Logika dan Takdir. Mereka dalam sebuah perjalanan panjang. Di tengah
perjalanan, mobil mereka kehabisan bahan bakar dan mogok. Akhirnya mereka
memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu
malam. Karena kelelahan mereka memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.
Logika memutuskan untuk berbaring
di bawah sebatang pohon, sementara Takdir memilih tidur di tengah jalan. Logika
berkata kepada Takdir, “Kamu gila, kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh
jadi ketika kamu tidur ada mobil yang datang dan menabrak tubuhmu.”
Takdir menjawab penuh optimis, “Saya
tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang
lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.” Akhirnya Logika benar-benar tidur
di bawah pohon dan Takdir tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah
keduanya tertidur, lewat sebuah mobil besar dengan kecepatan tinggi. Tatkala melihat
seseorang tidur di tengah jalan ia berusaha berhenti mendadak, tapi sayang ia
tidak berhasil. Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon,
tempat Logika berbaring. Logika meninggal seketika sementara Takdir selamat.
Ini adalah kisah yang kudapatkan
dari salah satu grupku di WA hari ini. Entah nyata atau hanya sekedar analogi
tentang cara kerja takdir. Terlepas nyata atau tidaknya, cukuplah kita
menjadikannya pelajaran.
Seperti inilah kenyataan hidup. Takdir
memainkan perannya di tengah kehidupan manusia. Meski seringkali bertentangan
dengan logika manusia, itulah takdir, tak ada yang bisa mencegahnya. Sebaik apapun
logika manusia terhadap sesuatu, jika takdir berkata lain maka tak ada yang
bisa mencegahnya.
Banyak hal dalam hidup kita yang
terjadi di luar logika manusia, bukan? Aku yakin, setiap kita pernah mengalami
atau paling tidak menyaksikan kejadian-kejadian di sekitar kita yang secara
logika itu tidak mungkin terjadi,. Tapi nyatanya, dengan izin Allah segalanya
bisa saja.
Tengoklah kehidupan kita, dan
yakini bahwa itu semua adalah bagian dari takdir yang telah ditentukan. Ada pelajaran
yang harus kita pahami. Maka bersangka baiklah pada Allah selalu. Segala yang
terjadi dalam hidup ini, tentu ada hikmah yang terkandung. Dari kejadian paling
buruk sekalipun.
Maka boleh jadi, terjadinya delay
dalam penerbangan, ada keselamatan dibalik itu. Boleh jadi, tertundanya kita
mendapatkan hak kita karena ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan
kita tidak mempedulikannya. Atau boleh jadi, tertundanya kita menikah itu
karena ada keberkahan di balik itu.
Bukankah Allah menyatakan dalam
kalam-Nya:
“Boleh jadi kalian
membenci sesuatu padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kalian mencintai
sesuatu padahal ia buruk bagimu, Dan Allah maha mengetahui sedangkan kalian
tidak mengetahui (QS. Al-Baqarah: 216)
Lalu, siapalah
kita? Kita hanyalah seorang hamba yang sering berbuat salah lagi tak tahu
apa-apa. Memutuskan baik dan buruk sesukanya, mengikuti logika yang dianggap
selalu benar. Lalu lupa bahwa kita hanyalah hamba yang tak tahu apa-apa. Lupa bahwa
Allah yang paling tahu segala misteri dalam kehidupan ini.
Berhentilah sok
tahu. Cukup pahami cara kerja takdir dan sadarilah akan kekuatan gaib yang paling
berkuasa atas segalanya. Sungguh, takdir adalah sebuah misteri. Cukuplah menjadi
hamba yang senantiasa mentaati setiap perintah-Nya.
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan ke-3: Hari keempat
1 komentar:
atau boleh jadi, tertundanya kita menikah itu karena ada keberkahan di balik itu.
hehehehe aku suka kalimat itu. itu kalimat yang paling berkesan mbak mualimah..#ehh..salah fokus:D
Posting Komentar