Jumat, 18 Maret 2016

Takdir & Logika

Ada dua orang sahabat, namanya Logika dan Takdir. Mereka dalam sebuah perjalanan panjang. Di tengah perjalanan, mobil mereka kehabisan bahan bakar dan mogok. Akhirnya mereka memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam. Karena kelelahan mereka memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.

Logika memutuskan untuk berbaring di bawah sebatang pohon, sementara Takdir memilih tidur di tengah jalan. Logika berkata kepada Takdir, “Kamu gila, kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang datang dan menabrak tubuhmu.”

Takdir menjawab penuh optimis, “Saya tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.” Akhirnya Logika benar-benar tidur di bawah pohon dan Takdir tidur di tengah jalan.

Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur, lewat sebuah mobil besar dengan kecepatan tinggi. Tatkala melihat seseorang tidur di tengah jalan ia berusaha berhenti mendadak, tapi sayang ia tidak berhasil. Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon, tempat Logika berbaring. Logika meninggal seketika sementara Takdir selamat.

Ini adalah kisah yang kudapatkan dari salah satu grupku di WA hari ini. Entah nyata atau hanya sekedar analogi tentang cara kerja takdir. Terlepas nyata atau tidaknya, cukuplah kita menjadikannya pelajaran.

Seperti inilah kenyataan hidup. Takdir memainkan perannya di tengah kehidupan manusia. Meski seringkali bertentangan dengan logika manusia, itulah takdir, tak ada yang bisa mencegahnya. Sebaik apapun logika manusia terhadap sesuatu, jika takdir berkata lain maka tak ada yang bisa mencegahnya.

Banyak hal dalam hidup kita yang terjadi di luar logika manusia, bukan? Aku yakin, setiap kita pernah mengalami atau paling tidak menyaksikan kejadian-kejadian di sekitar kita yang secara logika itu tidak mungkin terjadi,. Tapi nyatanya, dengan izin Allah segalanya bisa saja.

Tengoklah kehidupan kita, dan yakini bahwa itu semua adalah bagian dari takdir yang telah ditentukan. Ada pelajaran yang harus kita pahami. Maka bersangka baiklah pada Allah selalu. Segala yang terjadi dalam hidup ini, tentu ada hikmah yang terkandung. Dari kejadian paling buruk sekalipun.

Maka boleh jadi, terjadinya delay dalam penerbangan, ada keselamatan dibalik itu. Boleh jadi, tertundanya kita mendapatkan hak kita karena ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan kita tidak mempedulikannya. Atau boleh jadi, tertundanya kita menikah itu karena ada keberkahan di balik itu.

Bukankah Allah menyatakan dalam kalam-Nya:

“Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu padahal ia buruk bagimu, Dan Allah maha mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui (QS. Al-Baqarah: 216)

Lalu, siapalah kita? Kita hanyalah seorang hamba yang sering berbuat salah lagi tak tahu apa-apa. Memutuskan baik dan buruk sesukanya, mengikuti logika yang dianggap selalu benar. Lalu lupa bahwa kita hanyalah hamba yang tak tahu apa-apa. Lupa bahwa Allah yang paling tahu segala misteri dalam kehidupan ini.

Berhentilah sok tahu. Cukup pahami cara kerja takdir dan sadarilah akan kekuatan gaib yang paling berkuasa atas segalanya. Sungguh, takdir adalah sebuah misteri. Cukuplah menjadi hamba yang senantiasa mentaati setiap perintah-Nya.

Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost

Pekan ke-3: Hari keempat

1 komentar:

Sasmitha A. Lia mengatakan...

atau boleh jadi, tertundanya kita menikah itu karena ada keberkahan di balik itu.



hehehehe aku suka kalimat itu. itu kalimat yang paling berkesan mbak mualimah..#ehh..salah fokus:D