Selasa, 08 Maret 2016

Who am I? (2)



Sebelumnya aku sudah panjang kali lebar bicara tentang namaku, yah! Hanya seputar nama. Apa lagi yang harus kuperkenalkan? Tidak ada yang istimewa tentang diriku. Meski seorang pakar menyatakan ‘Setiap anak lahir membawa hal istimewa dalam dirinya’ tapi aku belum menemukan hal istimewa itu.

Aku hanya gadis biasa. Tak ada yang istimewa dariku. 

Yah, seorang gadis yang dikenal pendiam dan pemalu, tapi lumayan dikenal di tiap tempat yang pernah kujejaki. Dibalik diamku, ada juga beberapa prestasi yang hanya akan nampak saat terdesak. Dengan kata lain, aku terlalu pemalu dan tidak percaya diri. Sebuah kelemahan yang hingga saat ini masih tak menemukan jalan keluar.

Saat ‘terdesak’ adalah sebuah kesempatan aku bisa terlihat sedikit cemerlang. Itu adalah saat aku tak tahan pada suatu hal yang diperdebatkan orang sekitarku hingga aku terpancing untuk segera angkat bicara. Dan saat bicara, maka aku akan menjadi penguasa dalam forum. Tentunya jika topik yang dibahas adalah hal yang kukuasai, hehe..

Aku lebih memilih diam dan menjadi penyimak dan pendengar yang baik di setiap forum yang kuikuti. Hanya bicara saat merasa ‘Aku harus bicara’. Sayangnya, saat aku merasa harus bicara itu hanya berdasarkan versiku saja, saat emosiku terpancing suasana. Tapi saat suasana adem terkendali, aku seperti tak ada dalam forum. Sehebat apapun ide yang kupunya, sekeren apapun pendapatku, dan sebagus apapun saranku, semua hanya akan berkeliaran di kepala. Tak pernah terlontar lantaran sifatku yang tidak percaya diri.

Saat ‘terdesak’ lainnya adalah saat orang sekitarku begitu percaya terhadap kemampuan yang selalu kuingkari. Sehingga mereka memaksaku ikut berpartisipasi dalam kompetisi. Terus mendesakku sampai aku tak punya pilihan selain ikut. Dan betul, aku berhasil.

Prestasi yang pernah kuraih selalu kuanggap sebuah ‘keberuntungan’ bagiku, bukan karena kemampuanku. Bagiku, itu hanya sebuah keberuntungan dan kebetulan.

Jujur, saat Mts sederajat SMP) dan MA (sederajat SMA), seingatku, aku hampir tak pernah gagal dalam semua lomba yang kuikuti. Aku selalu menjadi juara, kecuali pada satu lomba. Dan aku  tak pernah mengajukan diri untuk ikut. Peringkatku di sekolah pun selalu baik.

Tapi, di balik semua itu, aku tak pernah percaya bahwa itu murni kemampuanku. Itu kuanggap keberuntungan. Matematika kesuksesan seringkali tak sejalan dengan logika manusia, bukan?

Tunggu dulu, tiga sifat yang kusebutkan sebelumnya hanya berlaku di tengah orang banyak, orang asing, dan orang-orang yang tidak akrab denganku. Di tengah orang-orang yang sangat kukenal, aku bukan lagi Muallimah yang pendiam, pemalu, dan tidak percaya diri. Justru sebaliknya.

Aku bukan tipe orang yang mudah bergaul, sama sekali tidak supel. Tapi sekali bisa berteman, aku bisa menjadi teman yang baik. Ups.. kelewat panjang, aku tak akan membuat blog ini berkicau terlalu banyak tentang diriku. Singkatnya, aku lebih suka berdiam di rumah, tepatnya di kamar ketimbang jalan tak tentu arah ataupun tentu arah. Lebih menarik menghabiskan waktu dengan segala kesukaanku ataupun mengerjakan banyak hal di rumah. Jadi, jangan bertanya banyak soal tempat dan jalan padaku, salah alamat!

Aku senang membaca, apalagi novel-novelnya Bang Tere. Novel yang tak pernah terlewatkan, sangat inspiratif. Kesukaanku membaca membuatku suka menulis, meski itu bukan hal penting untuk ditulis, lebih sering ngawur.

Detective Conan, hal lain yang telah membuatku jatuh cinta. Memori laptopku sudah merah lantaran koleksi film conan. Dua hal yang bisa menghalangiku dari tidur, membuat mataku sanggup bertahan sehari-semalam tanpa terpejam, membaca dan menonton.

Selain itu, pantai dan hujan. Dua hal yang juga sangat kusukai. Aku selalu menolak diajak jalan kecuali untuk dua tempat, pantai dan perpustakaan. Selalu ada kedamaian tiap kali menatap lautan.

Tentang impian, ah.. impianku terlalu banyak untuk kusebutkan. Tapi dua hal yang telah kusebutkan; menjadi guru dan penulis.

Terakhir, aku seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Muslim Indonesia Makassar, fakultas SASTRA jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Sekarang lagi fokus sama penelitian. Semoga cepat kelar.

Sekian perkenalan yang sangat panjang dan membosankan dariku. Salam pena!

Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost

Pekan ke-2: Hari kedua

11 komentar:

Ai-Raa mengatakan...

kita memang punya banyak kesamaan dan kecocokan^^

elsapuspita mengatakan...

The power of kepepet itu luar biasa ya,,, muallimah....

khofiyaa rizki mengatakan...

whoaaa.. luar biasa mbak
mulai sekarang muallimah harus mulai merubah mindset :') harus mulai memupuk confident
akan karunia yg Allah titipkan kepada mbak muallimah
semoga kelebihan2 yg mbak punya.. bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara kelak aamiin

mbak nggak sendiri kok pernah ngrasain itu :')

salam kenal yaa
baru tau kalo mbak juga orang makassar.. i also live in Makassar hehe

Ainayya Ayska mengatakan...

Wah, keren... prestasinya ok. :) semoga sukses... semangat

Sasmitha A. Lia mengatakan...

Hai mbak mualimah..:D aku dulu lahirnya di Makassar loh.. #lhah??😂😂😂

Semangatt mbak mualimah..

Aqilah El-Hafizhah mengatakan...

kebetulankah? atau ente ikut-ikutan sama ane? hehe..

Aqilah El-Hafizhah mengatakan...

hi mbk sasmita :)
dulu? sekarang domisili d mana, mbk?

Aqilah El-Hafizhah mengatakan...

aamiin.. makasih mbak :)
yup, harus bisa merubah mindset, maunya sih gitu mbak..^_^
salam kenal juga, jangan2 sempat ketemu di jalan..hehe..

Aqilah El-Hafizhah mengatakan...

ada tuh bukunya.."The Power of Kepepet" hehe..

Aqilah El-Hafizhah mengatakan...

prestasi? entahlah..

salam sukses Nadilla.
sukses dgn sebenar-benarnya definisi :)

keep spirit..

Ainayya Ayska mengatakan...

Aamiin... sukses yang sebenernya...