Part 2: Kutemukan Jalannya
Membawa kekecewaan sepulang
workshop kepenulisan bukan berarti membuatku berhenti dan berputus asa untuk
menulis. Aku tetap menulis seperti biasa, beberapa cerpen yang selalu kutulis
di buku tulis khusus. Saat itu belum ada laptop. Meski tetap menganggap
menulis, menulis, dan menulis itu bukan sebuah tips, entah mengapa, itu terus saja
terngiang tanpa kurencanakan.
Saat mulai bosan menulis cerpen,
kuputuskan untuk mencoba menulis novel. Bukan bosan karna sudah banyak
menghasilkan cerpen, hanya ada beberapa cerpen yang sempat kutulis dan aku
sudah bosan, aneh kan? Maka kumulai menulis novel sedikit demi sedikit, sangat
perlahan. Jujur, aku nulis hanya saat semangat saja. Tak terasa buku tulis yang
kugunakan untuk novel sampai pada halaman terakhir, maka kulanjutkan ke buku
kedua. Sementara menulis di buku baru, buku pertama dibaca teman-temanku secara
bergilir. Buku pertama itu terus berpindah dari tangan ke tangan hingga tak
keliatan lagi rimbanya. Buku itu hilang dan tak ada yang bertanggung jawab atas
kehilangannya, hilang saat jalan ceritanya masih jauh dari kata finish. Kurelakan
saja, dan berhenti melanjutkan buku keduanya, buat apa?
Dan itu adalah saat terakhir aku
menulis. Aku berhenti menulis, benar-benar vakum dari dunia tulis-menulis. Lima
tahun,inilah waktu yang kulewati tanpa tulisan, tapi hobi bacaku tak pernah
berhenti. Aku tak lagi berpikir banyak tentang ‘Menjadi penulis’.
Perkuliahan, dunia baru yang
mempertemukanku dengan sosok-sosok baru. Salah satunya, seorang teman yang
kembali membawaku ke dunia ‘menulis’. Bersamanya aku mulai menulis, bahkan
mengajakku bergabung dengan salah satu organisasi kepenulisan. Harapannya, aku
bisa konsisten untuk menulis, nyatanya? Sama saja, aku masih selalu malas
menulis, ini penyakit. Aku menulis hanya saat ada tugas menulis dari organisasi.
Hanya itu.
Subuh sekali, saat adikku yang
juga senang menulis memperkenalkan ODOP kepadaku. Awalnya aku cuek tak peduli,
karena aku sudah bergabung di sebuah organisasi kepenulisan dan juga sebuah
grup menulis online. Tapi aku terusik juga melihat adikku yang begitu antusias.
Kumintalah dia menjelaskan lebih detail tentang ODOP, tapi dia hanya
mengirimiku sebuah link, blognya Bang Syaiha. Kubaca dengan teliti sambil
berpikir, mempertimbanhkan.
Akhirnya, pagi itu kuputuskan
untuk bergabung. Apa yang membuatku yakin dengan program ini? Pertama, aku
sadar bahwa jika serius ingin meningkatkan kemampuan menulisku, caranya
Menulis, menulis, dan menulis tiada henti. Membiasakan diri untuk menulis apa
saja yang terlintas di pikiran. Dan ini tentu tidak mudah, hanya orang-orang
konsisten yang bisa melewatinya. Ini adalah tantangan!
Kedua, aku yang malas menulis,
ini adalah penyakit, kekurangan yang harus ditutupi. Dan cara menutupinya adalah,
dengan mengikuti program yang ketat dengan aturan. Aku mungkin malas, tapi aku
tipe orang yang peduli peraturan (mulai ge-er). Aku berpengalaman mengikuti
kelas-kelas online dengan peraturan super ketat, dan berhasil menjadi bagian yang
lulus sampai akhir, meski harus melewatinya dengan terseok-seok, wuiiih…. Pede bingits.
Belajar dari pengalaman, maka rasanya aku telah menemukan jalan untuk bisa
konsisten menulis, ikut program ODOP.
Maka bagiku, ODOP adalah tempatku
merajut kembali harapan untuk menjadi seorang penulis. aku berharap ODOP bisa
menjadi jalan untukku konsisten menulis. Tentu ada banyak tantangan kedepannya,
dan aku tak tahu sampai kapan aku bisa
bertahan. Tapi besar harapku, bisa menuntaskan program ini sampai akhir untuk
menciptakan karakter baru dalam diriku, mampu konsisten menulis.
Bismillah… semoga kita semua bisa
bertahan hingga akhir, melewati semua tantangan hingga mencapai tujuan yang
kita harapkan. Nun, demi pena.
Aqilah El-Hafizhah
ODOP hari ke-2
7 komentar:
Masa Mts dulu, novel karangan Nadilla juga sering jadi buku bergilir, kak. Hihihii manakala sudah pada selesai baca, kelanjutan daripada cerita sudah ditagih. Seneng rasanya kalau ada banyak yang baca gitu. Selain nambah termotivasi, terkadang dapat dukungan yang membangun. Hihihii pinginnya dibaca ama guru bhs Indonesia juga biar sekalian dapat koreksi. Ahihi #ngarep
Aamiinn... semangattt mbak..^_^
adikku yang juga senang menulis memperkenalkan ODOP kepadaku-Tapi aku terusik juga melihat adikku yang begitu antusias"Selamat berjuang sist:)
Semoga bisa sama2 konsisten,,Terimakasih selalu membersamaiku, dan membuatku semangatt setiap kali kamu memuji tulisankun yang menurutku masih jauh dibawahmu..*duh,,malah baper:')
nadilla: tuntaskan novelx, smoga bisa segera tembus media..
semangat jg mbak sasmita.. :)
aira, haha.. believe yourself sista, u can be better than your sister :)
Aamiin..., semoga bisa. Bismillah...
Makasih,,kaka... hehehe
Ada kebahagiaan tersendiri saat ada yg mau membaca tulisan kita.
Ada kebahagiaan tersendiri saat ada yg mau membaca tulisan kita.
Posting Komentar