Jumat, 01 April 2016

Kisah Istimewa di Ruang Kelas

Aku tiba lebih awal dari jam mengajarku hari ini, sepuluh menit lagi. Kuhabiskan dengan duduk santai di teras kelas sepuluh, menyimak berbagai kesibukan di jam istirahat. Siswa masih berkeliaran di kantin sekolah, sebagian lagi asyik bercanda  ria dengan teman-temannya, ada juga yang terlihat menyendiri di dermaga danau, menatap permukaan air dengan kesan syahdunya, entah sedang memikirkan apa. Mungkin hanya ingin menikmati keindahan alam.

Danau dengan dermaga kecil: Foto diambil beberapa hari sebelumnya

Teeet, teeeet, teeeeet...

Bel tanda jam istirahat berakhir mengalihkan perhatian siswa. Tersadar kalau waktu istirahat sudah habis, mereka kembali ke kelas.

"Hello, Miss.." Beberapa siswa menyapaku ramah sebelum memasuki kelas. 

Setelah melihat kelas sudah ramai, kuputuskan untuk masuk memulai pembelajaran. Seperti biasa, setelah mengabsen kehadiran siswa kusempatkan berbasa-basi dengan mereka, bertanya kabar atau apa saja untuk membuat suasana terasa akrab dan rilex. Lima menit berlalu saat pintu diketuk, kubuka dan terlihat Sir Umar di luar. Kupersilakan ia masuk.

"Hello, Sir.." para siswa menyapa ceria saat melihat Sir Umar.

"I will control you" katanya singkat sambil melangkah ke bagian belakang. Duduk di karpet tepat depan rak buku, perpustakaan kelas.

Awalnya terasa canggung karena gurunya ikut mengawasi, tapi kupaksakan diriku untuk tetap rileks seperti di awal. Syukur dengan cepat aku bisa kembali menguasai kelas. Aku menjelaskan bagaimana cara membuat recount text yang baik dan benar.

Proses belajar berlangsung menyenangkan. Antusias siswa bisa terlihat dari keaktifan mereka bertanya. Banyak sekali pertanyaan yang harus kujawab, serasa mereka sedang menguji penguasaan bahasa inggrisku.  Kadang aku tak yakin dengan jawabanku, tapi tetap kujawab semampuku dan kuminta Sir Umar untuk memberi tanggapan. Di belakang, Sir Umar nampak merekam proses pembelajaran dengan hp.

Aku senang dan sangat menikmati proses belajar-mengajar ini. Di sini aku mengajar mereka dengan ilmu yang kupunya. Dan dari mereka aku belajar bagaimana menjadi seorang guru, bagaimana cara mengajar, bagaimana menguasai kelas,  dan banyak hal lain yang kudapatkan dari proses ini.

Yah.. inilah sedikit cerita tentang hari ini. Sebuah kisah sederhana tentang proses pembelajaran di kelas. mungkin terlihat biasa dan sederhana, tapi tidak denganku. Pengalaman mengajar adalah bagian dari pengalaman yang selalu terasa indah dan menyenangkan. Selalu istimewa.

*Edisi tantangan pekan ini

Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost
Pekan Ke-5: Hari Kelima

4 komentar:

Ainayya Ayska mengatakan...

Miss muallimah, kalau siswanya macam Nadilla... pasti seru, yah... hehehe

Lisa Lestari mengatakan...

serunya ngajar memang tak bisa tergantikan apapun

Lisa Lestari mengatakan...

serunya ngajar memang tak bisa tergantikan apapun

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Masih berkobar cita citaku Dari kecil. Jadi guru