Malam ini, selepas shalat isya mataku tertuju pada dinding kamar yang ramai dengan tempelan kertas warna-warni berbentuk lingkaran. Kertas berisi kata-kata singkat sebagai penyemangat. Entah sejak kapan kertas-kertas ini menghiasi tembok kamarku. Sudah cukup lama, warnanya pun sudah mulai memudar. Telah menjadi salah satu kebiasaanku membuat kata-kata penyemangat lalu menempelkannya di tempat-tempat yang mudah terlihat. Tujuannya jelas, untuk menjaga semangat dan mengingatkanku pada hal-hal yang sering kali terbaikan.
![]() |
| Tembok Kamarku |
Kata-kata ini mungkin tak seindah milik para sastrawan sebangsa Khalil Gibran yang mampu memoles kata hingga indah dibaca dan memukau para pembacanya. Juga tidak sehebat kata-kata para motivator hebat selevel Mario Teguh yang mampu menyihir orang banyak dengan motivasi-motivasi hebatnya. Pun tak sebijak nasehat-nasehat Tere Liye dalam setiap novelnya yang selalu berhasil membuatku mengangguk setuju dan kagum padanya. Apalagi jika ingin disandingkan dengan kumpulan perkataan Maha Dahsyat yang mampu membuat air mata bercucuran saat membacanya, bahkan bisa menjadikan gunung bergetar karena takut.
Sungguh, kata-kata ini terlalu sederhana jika dibandingkan dengan perkataan orang-orang hebat ini. Kata-kata yang kutulis apa adanya dengan susunan kata yang tak sesuai tata bahasa, benar-benar sesuka hatiku. Tujuannya jelas, agar kapanpun aku merasa jatuh, lemah, dan ingin menyerah, mereka mampu memberi ‘sedikit’ kekuatan. Yah… sedikit kekuatan! Aku sadar bahwa ada kondisi ketika kalimat motivasi sehebat apapun tak mampu menjadi secercah cahaya. Itulah saat satu-satunya solusi adalah kembali kepada-Nya.
Namun, sesederhana apapun kata-kata ini, mereka sangat berarti untukku. Berapa lama berhasil menemaniku melewati banyak hal. Terutama saat tugas kuliah hampir membuatku menyerah, mereka mampu membuatku kembali tersenyum dan berprasangka baik pada-Nya. Perlahan membangkitkan semangatku yang sedikit memudar.
Huh.. tak lama lagi aku akan meninggalkan kamar ini. Setelah kuliahku selesai, tentu tak lagi di sini. inilah yang membuatku lama menatap tempelan-tempelan ini. Ada perasaan yang tak mampu kugambarkan saat menatapnya lamat-lamat. Apakah kertas ini akan memberi efek yang sama kepada penghuni barunya kelak atau tidak, inilah yang kupikirkan. Entahlah! Tapi aku berharap, kertas-kertas ini kelak bisa memberi pengaruh pada mereka yang akan menempati kamar ini. Agar ia menjadi kertas yang menebar manfaat, J
Aqilah El-Hafizhah
#OneDayOnePost

1 komentar:
Semoga bnr2 bermanfaat kelak.
Amin
Posting Komentar