“Bagi sebuah buku,
yang penting adalah banyak dibaca, sampai lecek, copot, robek. Itulah takdir
terbaik sebuah buku. - Tere Liye –
Ini sederhana, tentang takdir
terbaik bagi sebuah buku. Jadi, bukan hanya manusia, buku pun punya takdir. Dan
takdir terbaiknya adalah lecek, copot,dan robek karena banyak dibaca. Berbagi
manfaat pada siapa saja yang haus akan hikmah.
Bagi pecinta buku, tentu sayang
sekali sama buku-bukunya. Dibungkus serapi mungkin, juga anti untuk melipat
kertasnya, sangat dijaga, takut sekali kalau buku itu lecet. Jika ada yang
meminjam, selalu diingatkan untuk tidak melipat kertasnya dan beragam pesan
lainnya agar buku itu tak sampai lecet apalagi sobek . Namun, apa mau dikata,
ada banyak jenis peminjam. Tak semua mereka itu bertanggung jawab dan perhatian
sama si buku.
Buku itu dibaca asal-asalan,
dilipat sana-sini. sampai keadaan buku terlihat memprihatinkan. Yang paling
apes, kalau bukunya sampai hilang dan sang peminjam merasa tak harus untuk
mengganti. Cukup dengan kata “maaf” dan sedikit alasan, maka semua dianggap
beres. Tentu menyakitkan bagi pemilik buku, terlebih jika itu buku ‘kesayangan’.
Pinjam-meminjam buku adalah
sebuah fenomena lazim di tengah kita. Bahkan boleh jadi kita salah satu korban
atau malah pelaku yang tak bertanggung jawab itu. Jika kita adalah korban,
cukup bersabar, semoga itu menjadi catatan kebaikan. Dan kiranya kita pernah
menjadi peminjam tak bertanggung jawab, belajarlah memahami bahwa barang yang
kita pinjam merupakan tanggung jawab yang harus dijaga, dan mengembalikannya
sebaik saat kita meminjam. Pahamilah perasaan pemilik buku.
Takdir terbaik sebuah buku adalah
banyak dibaca, karena itulah tujuan keberadaannya. Hanya saja, sebagai pembaca,
belajarlah menghargai buku dengan merawatnya agar tetap awet hingga bisa
bermanfaat kepada lebih banyak orang.
Jika anda punya banyak buku,
pinjamkanlah! Agar banyak orang mendapat manfaat darinya. Dengan begitu, tujuan
kehadirannya telah tercapai. Jangan takut ia koyak, lecet dan sebagainya,
biarlah.. asal ia banyak dibaca. Sebuah buku yang lecet, sobek, dan copot
karena dibaca, tentu lebih baik dari deretan buku yang tersusun rapi dalam lemari
kaca, selalu terlihat baru, karena hanya dibaca oleh pemiliknya saja.
Pahamilah takdir terbaik sebuah
buku.
Aqilah El-Hafizhah

3 komentar:
Pinjami aku donk
Bagaimana jika hanya sobek lecet karena dimainkan. Tapi tidak dibaca.wkwkwk koyo anakku sing cilik.
Keren, kaka...
Iya tuh, peminjam harus tanggungjawab. Sebel kalau ada peminjam tak bertanggungjawab. Walhasil, kesempatan berikutnya malas jika harus meminjami dia. Hihi
Posting Komentar