Jumat, 08 April 2016

Takdir Terbaik Sebuah Buku


“Bagi sebuah buku, yang penting adalah banyak dibaca, sampai lecek, copot, robek. Itulah takdir terbaik sebuah buku. - Tere Liye –

Ini sederhana, tentang takdir terbaik bagi sebuah buku. Jadi, bukan hanya manusia, buku pun punya takdir. Dan takdir terbaiknya adalah lecek, copot,dan robek karena banyak dibaca. Berbagi manfaat pada siapa saja yang haus akan hikmah.

Bagi pecinta buku, tentu sayang sekali sama buku-bukunya. Dibungkus serapi mungkin, juga anti untuk melipat kertasnya, sangat dijaga, takut sekali kalau buku itu lecet. Jika ada yang meminjam, selalu diingatkan untuk tidak melipat kertasnya dan beragam pesan lainnya agar buku itu tak sampai lecet apalagi sobek . Namun, apa mau dikata, ada banyak jenis peminjam. Tak semua mereka itu bertanggung jawab dan perhatian sama si buku.

Buku itu dibaca asal-asalan, dilipat sana-sini. sampai keadaan buku terlihat memprihatinkan. Yang paling apes, kalau bukunya sampai hilang dan sang peminjam merasa tak harus untuk mengganti. Cukup dengan kata “maaf” dan sedikit alasan, maka semua dianggap beres. Tentu menyakitkan bagi pemilik buku, terlebih jika itu buku ‘kesayangan’.

Pinjam-meminjam buku adalah sebuah fenomena lazim di tengah kita. Bahkan boleh jadi kita salah satu korban atau malah pelaku yang tak bertanggung jawab itu. Jika kita adalah korban, cukup bersabar, semoga itu menjadi catatan kebaikan. Dan kiranya kita pernah menjadi peminjam tak bertanggung jawab, belajarlah memahami bahwa barang yang kita pinjam merupakan tanggung jawab yang harus dijaga, dan mengembalikannya sebaik saat kita meminjam. Pahamilah perasaan pemilik buku.

Takdir terbaik sebuah buku adalah banyak dibaca, karena itulah tujuan keberadaannya. Hanya saja, sebagai pembaca, belajarlah menghargai buku dengan merawatnya agar tetap awet hingga bisa bermanfaat kepada lebih banyak orang.

Jika anda punya banyak buku, pinjamkanlah! Agar banyak orang mendapat manfaat darinya. Dengan begitu, tujuan kehadirannya telah tercapai. Jangan takut ia koyak, lecet dan sebagainya, biarlah.. asal ia banyak dibaca. Sebuah buku yang lecet, sobek, dan copot karena dibaca, tentu lebih baik dari deretan buku yang tersusun rapi dalam lemari kaca, selalu terlihat baru, karena hanya dibaca oleh pemiliknya saja.

Pahamilah takdir terbaik sebuah buku.


Aqilah El-Hafizhah

3 komentar:

Sang Mahadewa mengatakan...

Pinjami aku donk

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Bagaimana jika hanya sobek lecet karena dimainkan. Tapi tidak dibaca.wkwkwk koyo anakku sing cilik.

Ainayya Ayska mengatakan...

Keren, kaka...
Iya tuh, peminjam harus tanggungjawab. Sebel kalau ada peminjam tak bertanggungjawab. Walhasil, kesempatan berikutnya malas jika harus meminjami dia. Hihi