Jumat, 27 Februari 2015

EP V B IS IN MEMORY


Entah mengapa, tiba-tiba aku teringat kalian. Tiba-tiba aku ingin menulis tentang kalian, meski aku tak tahu pasti apa yang akan aku tulis tentang kalian. Mungkin aku rindu sama kalian, mungkin juga, karena aku sedang sendiri dan merasa bosan, maka kalian hadir mengisi ruang kosongku.

                                 

EP V B, ini nama kelas kita. setidaknya nama terakhir yang bisa kukenang, karena tiap semester nama kelas kita pasti berubah, tapi EP V B adalah nama terakhir yang bisa kukenang, sebelum kita menjadi kelas B 1.

            Flashback dikit yah…
Tahun 2012 yang lalu, adalah awal kita memulai langkah pertama perjalanan ini. Awal kita memulai tekad untuk berjuang kurang lebih empat tahun kedepan. Awal yang menjadikan kita saling mengenal, meski belum sedekat seperti sekarang.

Tahun pertama, kita masih berada dalam kelas besar. Dengan seragam yang tentu takkan kalian lupa. Seragam yang paling norak menurutku, jilbab kuning + baju merah + rok hitam J. Tapi pada akhirnya seragam itu menjadi nyaman dipakai, tepatnya kita keenakan memakainya. Seragam itu tetap bisa mengukirkan senyum di wajah-wajah polos kita.

Semester berikutnya, disinilah kita mulai menjadi lebih dekat. Saat kelas kita dibagi dua sesuai stambuk. Kita kelas EP … B,(titiknya diganti sesuai semester J ).

Ada banyak hal yang kadang membuat kita sakit hati dengan kelas ini  (ngaku deh! ) mengapa? Kadang kita merasa ada diskriminasi antara kelas kita dan kelas sebelah (ngerti kan kelas sebelah itu yang mana.. J). Kita bahkan pernah dibandingkan secara jujur oleh seorang dosen bahwa kita ini memang sangat beda dengan kelas sebelah. Katanya personilnya mereka pintar-pintar. Lalu kita?
 Entahlah.. dan apa tanggapan kalian? EGEPE… yang penting happy, hehe.. kalian hebat. Betul banget, ngapain dipikirin? Yang penting enjoy lah.

Sejak kelas dipisah, aku melihat mulai ada banyak pertentangan antara kelas kita dan kelas “sebelah”. Dan secara jujur, kita selalu iri pada mereka, karena mereka selalu terlihat “lebih” dari kita. personil mereka kebanyakan anak-anak kesayangan “ibu”.

Waktu berlalu sangat cepat. Membawa kita pada putaran waktu saat ini. Tak terasa sudah dua tahun lebih kita berjuang bersama. Menyisakan banyak kenangan bersama kalian, entah kenangan macam apa yang sudah terbentuk diantara kita.

Kalian adalah sahabat-sahabatku yang telah menemaniku melewati dua tahun lebih dunia perkuliahan. Waktu yang singkat sebenarnya, tapi cukup berarti buatku. Aku sungguh bahagia pernah mengenal kalian. Melewati banyak hal bersama kalian, belajar dan tertawa bersama.

            Who are we…??

Kelas kita selalu ramai, ada Eki sebagai ketua suku (baca:ketua tingkat) terhebat yang pernah ada. Ketua yang selalu berjuang dan berkorban membala EP V B. selalu menjadi terdepan untuk membela kelas kita.. (hehe… apa gak berlebihan? Udah macam pejuang banget nih eki..) eki yang selalu ceria, sekaligus galau tingkat dewa jika ada masalah dengan si “dia” maka jadilah dia curhat di depan kita semua, dia sangat terbuka. Eki, ketua tingkat kita yang super  cuantik ( dia paling senang kalau dibilang cantik), katanya dia pengen jadi cover novel aku jika nanti aku berhasil nulis novel. Walah.. gak tau kapan tuh terwujud…. J. Udah kelewat panjang mendeskripsikan eki..

Ada Ifah yang… jago banget speakingnya, buat aku jadi iri banget. Paling suka gifo, masang wajah yang sooo imoet banget, dan untung jadinya beneran imut, dan suka membuat kami terpaksa harus menjadi fansnya, meski tak pernah mengidolakannya J. Ada partner setianya, Tari dengan gayanya yang tomboy abis, punya gaya yang sangat berbeda. Bagiku, kamu pribadi yang unik. Mereka partner sejati, bisa dibilang begitu, kalo satunya terlambat masuk kelas, maka yang satunya pasti ikut terlambat. Karena mereka memnang berangkat bareng. Katanya aneh kalau mereka datang tidak telat.. J

Ada Rahmi sebagai personel yang juaranya ketawa, kalau Ami ketawa maka seluruh ruang hanya akan menggemakan suaranya, dunia seolah sudah jadi miliknya… ami, kalau aku ingat kamu pasti aku teringat tawamu J. Soal tawa… ternyata ami punya saingan, Barmawati, yang lebih dikenal dengan intan, aku juga gak ngerti nyambung dimana nama ini bisa jadi Intan. Sosok yang juga punya tawa yang membahana. Tapi maaf, aku tak bisa jadi juri untuk kalian berdua. Intan, pribadi yang serius tapi simpel, kalo ada tugas dia paling gak mau pusinng, katanya santai aja..

Selanjutnya, ada Icha yang kalem banget. Cewek kretif dan rajin. Catatannya selalu menyenangkan dibaca, rapi. Senang banget membuat tempelan2 pembatas dengan beragam warna di binderna. Satu-satunya teman di kelas yang pernah minta kita nulis biodata di buku catatan khusus, care banget kan? Kalo bicara soal icha, maka otomatis kita bakal teringat seorang personel EP V B yang lain. Nisha, dia partnernya icha. Kamana-mana selalu bersama. Sosok bertanggung jawab. Secara tidak langsung sering memudahkan urusannya ketua tingkat, membantu menghubungi dosen misalnya..

Makhluk unik lainnya, dan yang ini yang terunik menurutku. Aya’, dengan gaya terunik di EP V B. sosok yang sempurna bisa membuat kita tertawa ngakak, gokil abis. Hal yang tak pernah luput darinya, bukan Aya kalo ngerjain tugas dan hasilnya hanya 2-3 lembar. Kalo kita buat tugas hanya 2-3 lembar, maka tak usah kaget kalau tugas dia 10-15 lembar, aya’ banget nih… kalau bicara, pasti semangat extra dan heboh. Aya.. kamu cocok banget dengan slogan, ‘gak ada lo gak rame’.

Bicara soal Aya, maka aku teringat teman berantemnya, teman adu mulutnya, sekaligus partnernya.. siapa lagi kalo bukan sosok Wati. Bisa dibilang… dia ini lumayan misterius (cieh… ) dia pernah dijuluki, ‘diam-diam menghanyutkan’. Soalnya, dia keseringan diam, tapi sekali bicara… yah begitulah. Dia sangat pendiam (dari luarnya aja..), tapi kalo kenal dia lebih jauh… ternyata dia lumayan cerewet juga. Dia pemilik catatan kuliah terlengkap di kelas kami.

Masih ada lagi nih personel kelas kami, Imut alias inna. Rajin banget sms cari info soal jadwal n tugas. Ini bukti bahwa kamu masih care sama pelajaran… teman yang baik dan santai banget. Dan kembaran namanya… Mutma, atau kadang hanya dipanggil Mut, tapi kalo Wati yang panggil, kadang buat saya bingung juga, soalnya dia selalu memanggilku dan mutma dengan panggilan yang sam, Mu’. Cewek cantik dan… agak cuek. Paling sering bingung kalo ada tugas, karena ingin mengusahakan yang terbaik yang pada akhirnya gak kesampaian J (yg penting udah usaha, colek aku juga J). Walhasil kami (aku n dia) selalu menyelesaikan tugas paling akhir. Merasa sering diuji kalo ada tugas. Teman seperjalananku pulang-pergi kampus, melewati pinggiran kanal yang… indah (semoga J)

Selanjutnya ada Yurni, paling dikenal dengan dua hal ; make up, dan tab-nya. Ke kampus tanpa pulpen dan buku tak jadi masalah besar baginya, yang penting. Alat make up dan tab-nya gak kelupaan.  Tika, kalau aku bilang Wati itu pendiam maka kamu lebih pendiam lagi. Aku tak tahu banyak tentang kamu karena kamu agak jarang bersuara. Kamu benar-benar pendiam, kawan.

Jumi, mahasiswi transferan dari pertanian. Orang yang paling feminim di EP V B, sekaligus yang paling sibuk. Itu karena dia kerja sambil kuliah. Saking sibuknya, beberapa kali gak mengikuti perkuliahan. Selain Jumi, ada kak Eni yang juga transferan dari Fakultas Ilmu Komputer. Dia ini, bisa dibilang antara ada dan tiada. Bahkan semester ini, ia menghilang tanpa kabar. Meski begitu, dia tetap tercatat sebagai keluarga EP V B.

Dua sosok yang juga sempat hadir menghiasi kelas kita, Noni dan Lela. Noni yang akhirnya memutuskan pindah jurusan kedokteran gigi. Dan Lela, demi memenuhi keinginan ibunya, ia akhirnya beralih ke psycoteraphy (entah tulisannya sudah benar atau.. salah J). Meski hanya setahun bersama kami, kalian tetap bagian dari kami.

Dan sosok terakhir dalam EP V B adalah… aku sendiri, Muallimah. yang kadang nama indah ini bermetamorfosis menjadi Mu’el, Mue’, kak Mue’… dan entah akan menjadi apa lagi nama ini, ada-ada ajha kalian ini. Tapi seorang dari kalian memanggilku dengan cara berbada, meski belum lama kamu memanggilku dengan “Imah..” dan aku suka dengan panggilan ini. Makasih ketua tingkatku yang paling cantik J

Lalu, apa peranku dalam kelas ini? Aku tak cukup pandai menulis tentang diriku. Karena aku tak tahu bagaimana kalian menilaiku. Aku tak tahu, sebagai sosok bagaimana diriku dalam sudut pandang kalian. Maka biarlah kalian yang menilai dan memikirkannya sendiri. Yang pasti… aku adalah bagian dari kalian, bagian dari cerita perjalanan ini, dan bagian dari keluarga EP V B.

Maka cukuplah aku menjadi pengamat buat kalian. Mengamati kalian adalah hiburan tersendiri buat aku. kalian dengan segala keunikan kalian, mampu membuatku senyum sendiri. Kalian, dengan apa adanya… telah membuatku kembali sadar, bahwa kalian adalah sahabat-sahabatku. Setidaknya sahabatku selama aku mngenal dunia kampus. Sahabat yang bersama kalian aku belajar dalam satu kelas.

Kalian,  sahabat yang telah menemaniku melewati putaran waktu yang sebatas empat tahun ini. Yah… kurang lebih empat tahun, inilah batas kebersamaan kita. Dan sebentar lagi, kita akan sampai pada batas akhir kisah perjalanan ini.

Setiap kita punya alasan masing-masing mengapa kita berada di kelas ini. Mungkin ada yang memang pengen jadi guru, seperti saya. Mungkin juga karena keinginan orang tua, atau boleh jadi karena ingin mendalami bahasa inggris. Atau mungkin, awalnya hanya penasaran gimana rasanya jadi mahaisswa, atau.. dari pada nganggur, mending kuliah… (semoga nggak).

Entahlah, apa alasan kalian. Tapi yang jelas, sekarang kita berada dalam kelas yang sama. Maka aku pengen, kita bisa belajar bersama. Tak ada pilihan lain buat kita kecuali belajar sungguh-sungguh. Atau kita akan menyesal di kemudian hari.
Masih ada waktu untuk kita maksimal belajar. Jangan lewatkan masa berharga ini atau kita akan menanggung penyesalan. Meski waktu kita tak banyak lagi, tapi mari kita lebih bersungguh-sungguh lagi dari kemarin-kemarin.

Semerter berikut dan berikutnya lagi tentu akan semakin berat. Maka lebih bersungguh-sungguhlah. Jika semester lalu kita masih kurang serius dan malas-malasan. Maka Lupakanlah bagaimana kita kemarin. Jangan ulangi lagi, dan mari saling bergandengan tangan mengejar mimpi kita. melewati perjalanan ini dengan penuh semangat.

Hingga akhirnya,,, kita akan sampai pada hari kelulusan, garis finish dari perjalanan ini.  Hari di mana kita mengenakan toga bersama, di ruangan yang sama. Yah… aku berharap kita bisa lulus bersama-sama, tak kurang seorang pun. Kita memulainya bersama, maka semoga kita bisa mengakhirinya juga bersama. Aamiin..

Terakhir, aku pengen minta maaf sama kalian. Mungkin karena aku salah menuliskan sesuatu tentang kalian. Maafkanlah kawan, karena aku selalu butuh maaf kalian..

Tulisan gaje… (gak jelas)
Kupersembahkan untuk sahabatku
Di EP VB

Aqilah El-Hafizhah

Tidak ada komentar: