Selasa, 03 Februari 2015

AKU, FLP, DAN DAKWAH KEPENULISAN

Tulisan ini adalah tulisan yang saya buat sebagai persyaratan untuk ikut dalam kegiatan perekrutan sebagai anggota FLP.

Lewat Tulisan, Aku Berdakwah!
Aku…
Aku seorang gadis dengan banyak angan dan impian. Tumbuh dengan segala impian yang senantiasa kugenggam erat hingga saat ini. Berawal dari hobi membaca, aku bermimpi menjadi seorang penulis. Aku selalu senang setiap membaca, mendapat banyak inspirasi darinya. Dunia membaca selalu  terasa menyenangkan. 

Aku merasa terdidik lewat bacaan. Itulah mengapa aku ingin menjadi seorang penulis, agar bisa berbagi lewat tulisan. Berharap orang lain merasakan apa yang kurasakan saat membaca. Aku ingin menginspirasi banyak orang, dan berharap orang lain juga terdidik melalui bacaan, seperti diriku. Aku ingin semua  ini tercapai lewat coretan pebaku.

“Bacaan menciptakan manusia seutuhnya”. Demikianlah isi ungkapkan Francis Bacon. Aku tertegun sejenak setelah membaca kalimat ini. Begitu besar pengaruh bacaan terhadap seseorang. Berkaca pada diriku, memang demikianlah. Akupun, sedikit-banyaknya terbentuk lewat bacaan-bacaanku. Aku percaya tulisan bisa memberi pengaruh besar terhadap pembacanya. Ini membuatku semakin yakin dengan impianku menjadi seorang penulis.

FLP…
Aku mengenal FLP sejak tahun 2005, saat masih berstatus santri di pesantren. Aku mengenalnya  sebagai sebuah organisasi yang bergerak dalam dunia tulis-menulis. Beberapa kali aku ikut dalam seminar kepenulisan yang diadakan di pesantrenku oleh FLP. Kadang mengundang penulis nasional seperti Mbak Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Izzatul Jannah dan beberapa penulis lokal lainnya. Beberapa senior dan Pembina di pesantren juga merupakan pengurus FLP. Namun, aku tak pernah tahu dan tak pernah mencari tahu tentang apa yang mereka lakukan dalam organisasi ini, karena sifatku yang memang relatif pendiam. Sehingga semua berlalu begitu saja.

Memasuki dunia baru berarti bertemu dengan orang-orang baru. Perguruan tinggi menjadi dunia baruku. Mulailah aku bertemu orang-orang yang mengenalkan FLP lebih dalam. Aku mengenal FLP sebagai sebuah forum yang juga melatih orang-orang yang ingin menjadi penulis. Inilah yang kubutuhkan. Sebenarnya ada banyak forum yang bergerak dalam dunia kepenulisan, lalu mengapa aku lebih memilih FLP? Karena FLP berusaha menghasilkan karya-karya yang bernuansa islami. Bukan hanya sekedar kisah fiktif, tapi juga menghadirkan nilai-nilai islam. Aku banyak membaca karya-karya yang diterbitkan FLP dan semuanya adalah novel islami. Ini cukup bagiku untuk menilai FLP.

Dakwah Kepenulisan…

            Salah satu guruku di pesantren pernah bilang, “di manapun kalian, sebarkan islam dengan cara kalian masing-masing”. Maka aku ingin menyebarkan islam lewat karya-karyaku. Jika temanku yang ingin jadi sutradara bilang, “Lewat film aku berdakwah”, maka akan kukatakan, “Lewat tulisan aku berdakwah!”. Moga bersama FLP semua bisa tercapai. Allahumma ‘aamiin..

            Tulisan ini sudah lama, tapi baru terpikirkan bahwa niat awal aku masuk FLP adalah tujuan dakwah lewat tulisan. Aku mulai berpikir, apa yang telah aku tulis? Sudahkah aku berdakwah lewat tulisan? Atau keberadaan aku dalam FLP sama sekali tidak memberi andil  dalam dakwah? Entahlah…

Aku sangat ingin jika aku benar-benar bisa menjadikan tulisan sebagai sarana dakwah. Tapi aku lebih sering bingung harus menulis apa. Semua karena keterbatasan. Ilmu yang terbatas, juga kemampuan menulis yang masih sangat terbatas.
 Aku sangat senang mendengar ungkapan “semua butuh proses”, mungkin terdengar seperti sekedar alasan untuk berlindung. Tapi inilah kenyataannya. Aku masih dalam proses. Aku masih tidak tahu harus membagi apa pada orang lain. Maka biarlah waktu yang membawaku untuk sampai pada masa di mana aku adalah orang yang pantas untuk berbagi ilmu.

Bersama rasa iri pada mereka yang
telah menghasilkan karya-karya bermanfaat.

Aqilah El-Hafizhah


Tidak ada komentar: