Tulisan ini adalah tulisan yang saya
buat sebagai persyaratan untuk ikut dalam kegiatan perekrutan sebagai anggota
FLP.
Lewat
Tulisan, Aku Berdakwah!
Aku…
Aku seorang gadis dengan banyak angan dan impian. Tumbuh
dengan segala impian yang senantiasa kugenggam erat hingga saat ini. Berawal
dari hobi membaca, aku bermimpi menjadi seorang penulis. Aku selalu senang
setiap membaca, mendapat banyak inspirasi darinya. Dunia membaca
selalu terasa menyenangkan.
Aku merasa terdidik lewat bacaan. Itulah mengapa aku ingin menjadi seorang penulis, agar bisa berbagi lewat tulisan. Berharap orang lain merasakan apa yang kurasakan saat membaca. Aku ingin menginspirasi banyak orang, dan berharap orang lain juga terdidik melalui bacaan, seperti diriku. Aku ingin semua ini tercapai lewat coretan pebaku.
Aku merasa terdidik lewat bacaan. Itulah mengapa aku ingin menjadi seorang penulis, agar bisa berbagi lewat tulisan. Berharap orang lain merasakan apa yang kurasakan saat membaca. Aku ingin menginspirasi banyak orang, dan berharap orang lain juga terdidik melalui bacaan, seperti diriku. Aku ingin semua ini tercapai lewat coretan pebaku.
“Bacaan menciptakan manusia seutuhnya”.
Demikianlah isi ungkapkan Francis Bacon. Aku tertegun sejenak setelah membaca
kalimat ini. Begitu besar pengaruh bacaan terhadap seseorang. Berkaca pada diriku, memang demikianlah. Akupun,
sedikit-banyaknya terbentuk lewat bacaan-bacaanku. Aku percaya tulisan bisa
memberi pengaruh besar terhadap pembacanya. Ini membuatku semakin yakin dengan
impianku menjadi seorang penulis.
FLP…
Aku mengenal FLP sejak tahun 2005, saat masih berstatus
santri di pesantren. Aku mengenalnya sebagai
sebuah organisasi yang bergerak dalam dunia tulis-menulis. Beberapa kali aku
ikut dalam seminar kepenulisan yang diadakan di pesantrenku oleh FLP. Kadang mengundang
penulis nasional seperti Mbak Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Izzatul Jannah dan
beberapa penulis lokal lainnya. Beberapa senior dan Pembina di pesantren juga
merupakan pengurus FLP. Namun, aku tak pernah tahu dan tak pernah mencari tahu
tentang apa yang mereka lakukan dalam organisasi ini, karena sifatku yang memang relatif
pendiam. Sehingga semua berlalu begitu saja.
Memasuki dunia baru berarti bertemu dengan orang-orang
baru. Perguruan tinggi menjadi dunia baruku. Mulailah aku bertemu orang-orang yang mengenalkan FLP lebih dalam. Aku mengenal FLP sebagai sebuah forum yang juga melatih
orang-orang yang ingin menjadi penulis. Inilah yang kubutuhkan. Sebenarnya ada
banyak forum yang bergerak dalam dunia kepenulisan, lalu mengapa aku lebih
memilih FLP? Karena FLP berusaha menghasilkan karya-karya yang bernuansa
islami. Bukan hanya sekedar kisah fiktif, tapi juga menghadirkan nilai-nilai
islam. Aku banyak membaca karya-karya yang diterbitkan FLP dan semuanya adalah
novel islami. Ini cukup bagiku untuk menilai FLP.
Dakwah Kepenulisan…
Salah
satu guruku di pesantren pernah bilang,
“di manapun kalian, sebarkan islam dengan cara kalian masing-masing”. Maka
aku ingin menyebarkan islam lewat karya-karyaku. Jika temanku yang ingin jadi
sutradara bilang, “Lewat film aku berdakwah”, maka akan kukatakan, “Lewat
tulisan aku berdakwah!”. Moga bersama FLP semua bisa tercapai. Allahumma
‘aamiin..
Tulisan
ini sudah lama, tapi baru terpikirkan bahwa niat awal aku masuk FLP adalah
tujuan dakwah lewat tulisan. Aku mulai berpikir, apa yang telah aku tulis? Sudahkah
aku berdakwah lewat tulisan? Atau keberadaan aku dalam FLP sama sekali tidak
memberi andil dalam dakwah? Entahlah…
Aku sangat ingin jika aku benar-benar
bisa menjadikan tulisan sebagai sarana dakwah. Tapi aku lebih sering bingung
harus menulis apa. Semua karena keterbatasan. Ilmu yang terbatas, juga
kemampuan menulis yang masih sangat terbatas.
Aku sangat senang mendengar ungkapan “semua butuh proses”, mungkin terdengar
seperti sekedar alasan untuk berlindung. Tapi inilah kenyataannya. Aku masih
dalam proses. Aku masih tidak tahu harus membagi apa pada orang lain. Maka
biarlah waktu yang membawaku untuk sampai pada masa di mana aku adalah orang
yang pantas untuk berbagi ilmu.
Bersama rasa iri pada mereka yang
telah menghasilkan karya-karya bermanfaat.
Aqilah El-Hafizhah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar