Waktu berjalan begitu singkat, hari ini adalah hari kelima dari program ODOP. Artinya, pekan pertama dari program ini telah berhasil terlewati. Yang luar biasa adalah, ini berarti setidaknya aku sudah menulis secara rutin selama lima hari dengan konsisten. Wow! Lima hari sama dengan lima tulisan. Meski entah bagaimana kualitas tulisan yang berhasil kuhasilkan. Saat ini, aku lebih fokus pada kontinuitasku dalam menulis.
Lima hari berturut-turut aku
menulis, meski dua hari dari lima hari ini aku sempat nge-post tulisan
tengah malam,tepatnya lewat dari pukul 24.00 WIB. Telat 2-3 jam dari waktu
seharusnya. Itu karena aku selalu tertidur akibat kelelahan seharian. Tapi,
bagaimanapun itu, aku tetap berusaha untuk bisa mengejar keterlambatanku. Lagian,
ukuran dimulainya hari buatku adalah setelah subuh, maka kuanggap tengah malam
itu masih bagian dari sepanjang hari itu. Ini hanya versiku J
Bagiku, ini adalah rekor pertama bisa menulis secara konsisten selama lima hari berturut-turut, maka kusebut
pencapaian rekor ini sebagai hadiah kecil dari ODOP. Hadiah kecil? Yah, ini
hanya hadiah kecil dari ODOP atas keseriusanku melewati pekan pertama. Bisa
dibayangkan, jika aku bisa bertahan sebulan, dua bulan, atau sampai program
berakhir. Hadiah apa yang akan kuterima? Entah ada berapa tulisan yang bisa
kuhasilkan. Ini hanya gambaran jika aku mampu konsisten tetap berjalan bersama
odopers lainnya hingga akhir program. Dan kuharap, aku sungguh bisa sampai di
titik akhir perjalanan ini. Karena itulah alasan utama aku memutuskan
bergabung.
Hadiah kecil ini adalah prestasiku dalam menulis. Bukan hal mudah bagiku bisa menulis tiap harinya. Mungkin
bagi sebagian orang ini adalah hal biasa, dan aku terlalu berlebihan
menganggapnya sebuah prestasi ataupun hadiah. Tapi tidak denganku, pribadi yang
hanya menulis dalam angan dan terlalu malas menuangkannya dalam tulisan. Maka
jangankan sebulan, dalam setahun pun aku tak tahu berapa tulisan yang berhasil
kubuat. Tapi hari ini, aku bisa melihat jejakku selama lima hari di blog ini. Aku
bahagia.
Terima kasih, Bang Syaiha. Sosok
yang telah menjadi the pioneer bagi program ini. Memberikan celah untuk
kami berlatih dan belajar menulis. Semoga balasan terbaik senantiasa
tercurahkan. Terima kasih juga my beloved sister ‘Aira’ yang telah
menjadi jembatan untukku mengenal ODOP. Tentunya, terima kasih buat teman-teman
ODOPERS yang senantiasa saling mendukung dan menyemangati, meski diri ini
sangat jarang ikut nimbrung di tengah-tengah obrolan kalian yang tak terkejar. Cukup
menjadi latihan kesabaran buatku melihat chat yang selalu menumpuk untuk dibaca
J
Salam semangat, semoga bisa
bersama hingga di penghujung program.




