Sabtu, 06 Mei 2017

Musik

Saya dalam perjalanan ke rumah salah satu santri kami yang baru saja menyelesaikan penyetoran hafalan Al-Qur'an 30 Juz. Kunjungan ini dalam rangka syukuran orangtauanya atas keberhasilan sang anak dalam menghafal Al-Qur'an. Bersama seluruh santri tahfizh, teman-teman kelasnya, dan segenap guru yang sempat, kami berangkat menggunakan bus.

Dan saat sini, di tengah keramaian para santri, saya duduk dengan headset di telinga. Memutar murottal dengan volume full, berusaha melawan riuhnya musik yang menggema di seluruh sudut bus.



Entahlah, mendengar musik yang memekakkan telinga ini tiba-tiba melahirkan rasa resah dan sedih. Kuakui, dulu, saya termasuk penikmat musik. Meski tidak semua jenis musik.

Hingga satu waktu, saya penasaran dengan sebuah judul ceramah, "Musik Bagiku Halal". Ceramah yamg dibawakan oleh Ust. Syafiq Riza Basalamah yang membahas panjang lebar tentang hukum musik. Penjabaran yang membuatku berpikir ulang mengenai hukum musik.

Beliau tidak bilang, musik itu haram atau halal. Sebatas memaparkan pendapat para ulama salaf mengenai musik. Dan membiarkan kami berpikir dan memilih pendapat yang dianggap meyakinkan.

Awalnya masih bingung untuk menentukan sikap. Maka untuk lebih aman, kupilih untuk menghindarinya. Tiap kali ingin memutar nasyid selalu muncul pemikiran, "Kenapa tidak putar murottal saja? Bukannya ini lebih bermanfaat dan bisa sekaligus untuk mengulang hafalan?"

Pemikiran inilah yang selalu muncul tiap ingin memutar musik. Dalam waktu yang cukup lama.

Hingga Allah mengujiku dengan musibah kehilangan. Hp-ku raib, berarti koleksi musikku pun hilang. Alhamdulillaah, setelah ganti hp tidak lagi kuisi dengan lagu ataupun nasyid. Harapannya agar musik bisa semakin jauh. Dan saya akhirnya terbiasa dengan itu.

Maka, jika hari ini gelisah itu ada. Mungkin itu bagian dari penolakan hati ini terhadap musik. Sesuatu yang hadir perlahan, sangat pelan, sampai saya sendiri tak sadar kapan tepatnya telinga ini mulai merasa tak nyaman dengan berbagai macam musik.

Persoalan haram dan halalnya, wallâhu a'lam. Saya hanya berusaha menghindari hal-hal yang menjadi perdebatan. Semoga ini salah satu bentuk kehati-hatian terhadap perkara syubhat.

Aqilah El-Hafizhah 

Tidak ada komentar: