Sabtu, 21 November 2015

🌹TAQWA ITU PERISAI🌹


Sekitar sebulan yang lalu seorang teman mengirim sebuah pertanyaan melalui WA.
Awalnya dia bertanya, "Salahkah kalau saya cuek sama cowok?" Setelah menjawabnya dengan sedikit penjelasan dia kembali bertanya, dan inilah yang menjadi fokus tulisan saya.

"Imah, sebenarnya saya heran. Agama kan melarang pacaran, tapi maaf, kenapa malah yang taat beribadah itu banyak yang pacaran. Tidak usah saya sebutkan namanya, tapi dia ada di sekitar kita. Dia sangat sholehah, tapi kok pacaran?"

Aku tersenyum sejenak sebelum menjawab, "Pertanyaan yang sangat sering kudapatkan," batinku.

Aku mulai mengetik..

Itu bukan sesuatu yang mengherankan,  saya banyak menemukan kasus serupa.
Dulu, waktu nyantri di pondok pesantren, beberapa santri kedapatan pacaran. Padahal pacaran adalah pelanggaran nomor satu di pesantrenku.

Lihatlah, siapa yang pacaran?

Mereka adalah orang-orang yang paham dasar-dasar agama, yang mengkaji dan membaca Al-Qur'an.  Mereka berada dalam lingkungan yang sangat mendukung untuk tidak berbuat demikian. Berada dalam pengawasan langsung oleh para pembina dan ustadzah. Tapi toh tetap pacaran. Seolah mereka berusaha mencari celah untuk memenuhi kehendak mereka.

Mengapa demikian?

Jawabannya sangat sederhana, itu karena mereka lebih mendahulukan hawa nafsu dari pada mentaati perintah Rabbnya. Mereka juga hanya manusia biasa yang kadang terjerumus dalam dosa, maka do'akanlah... semoga mereka bisa kembali pada ketaatan.

Al-hamdulillah...
Jawaban singkat ini bisa membuatnya paham, bahwa tak semua orang yang paham agama mutlak menjalankan semua perintah Rabbnya. Mereka juga kadang terjerumus pada dosa dan kesalahan. Maka, jangan jadikan mereka sebagai tolak ukur dan acuan kita dalam beramal. Al-Qur'an dan As-Sunnah tetaplah menjadi pijakan utama kita, meski tak dapat dipungkiri bahwa mereka yang lebih paham agama harus memberi keteladanan.

Kecondongan pada hawa nafsu menjadi penyebab terjerumus pada dosa. Menjadikan seorang hamba kadang lupa pada perintah dan larangan- Nya. Inilah bahayanya mengikuti hawa nafsu.

Aku teringat sebuah hadits :
إِتَّقُ اللَّهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ
"Bertaqwalah engkau dimanapun engkau berada"

Subhanallah... hadits ini secara tidak langsung mengabarkan pada kita bahwa memang ada di antara manusia yang takut pada Allah di saat-saat tertentu saja, tapi kehilangan rasa takutnya di waktu yang lain. Karena itu, hadits ini menjadi peringatan untuk senantiasa bertaqwa dalam kondisi apapun, baik di tengah keramaian apalagi di saat sedang sendiri.

Ada banyak kasus tentang ikhwan/akhwat yang 'ghoddul bashor' di khalayak ramai, tapi berchatting ria dengan lawan jenis di saat sendiri. Hal ini tentu bertentangan dengan perintah untuk bertaqwa di manapun berada, namun inilah realitas yang terjadi. Seringkali kita menutup-nutupi keburukan kita dengan menampilkan kebaikan di hadapan orang banyak karena malu jika keburukan kita diketahui. Padahal, hakikat taqwa itu tidaklah mengenal batas. Jika memang Taqwa, maka itu akan 'menjaga' kita dari maksiat di manapun kita berada.

Inilah mungkin yang belum bisa diaplikasikan banyak orang. Sehingga lain yang nampak, lain pula yang tersembunyi. Hal ini tentu berdampak buruk pada orang-orang yang masih dalam proses pembelajaran mengenal islam lebih dekat. Membuat mereka heran dan boleh jadi berprinsip, "Dia saja yang paham agama seperti itu, bagaimana lagi dengan saya."

Seandainya perintah taqwa dapat diaplikasikan oleh tiap individu, tentu kasus-kasus seperti ini tidak akan terjadi. Sejatinya, taqwa itu akan menjaga dari perbuatan dosa.

Bagaimanapun kuatnya hawa nafsu menggoda untuk berbuat dosa, jika taqwa itu senantiasa melekat pada diri, maka itu mampu menjadi senjata untuk melawan godaan apapun. Karena itu, bertaqwalah di manapun engkau berada. Yakinlah bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik kita, jika perasaan taqwa menancap kuat pada diri, masih adakah keberanian untuk berbuat dosa?
Ittaqullaah..!

📝 Aqilah El-Hafizhah
Jeneponto, 08 November 2015

1 komentar:

TrioN mengatakan...

membca tulisan ini seperti tamparan agar truz instropeksi diri...